Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Dijadikan Jujukan Wisatawan, Pasar Kemuning Dipercantik

11 Juli 2019, 16: 24: 14 WIB | editor : Perdana

LENGANG: Demi melengkapi sarana wisata, Pasar Kemuning, Ngargoyoso akan direnovasi secara bertahap tahun ini.

LENGANG: Demi melengkapi sarana wisata, Pasar Kemuning, Ngargoyoso akan direnovasi secara bertahap tahun ini. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kawasan wisata kebun teh Kemuning di Kecamatan Ngargoyoso selalu ramai dikunjungi wisatawan. Objek wisata lain yang berada satu wilayah seperti Candi Sukuh, Candi Cetho, dan lainnya juga semakin ramai.

Demi menyambut wisatawan, pemkab akan merenovasi Pasar Kemuning. Terlebih lokasi pasar ini cukup strategis, yakni di jalur wisata Kemuning. Renovasi akan segera dilakukan. Diawali dengan merelokasi

pedagang pasar ke pasar darurat yang berada di bagian belakang.

Lurah Pasar Kemuning, Bangun Sutopo mengungkapkan, ada sekitar 24 kios yang nantinya dibangun. Pasar Kemuning akan dijadikan sebagai pasar jujukan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Ngargoyoso.

”Renovasinya bertahap, dimulai dari bagian depan terlebih dulu,” terang Bangun.

Dijelaskan, ada sekitar 60 kios darurat, kemudian 61 kios sekat, dan 149 los yang dihuni pedagang. Dalam rencana pembangunan tersebut, pedagang los dan sekat masih bisa berjualan di tempat masing – masing. Sedangkan 24 pedagang yang berada di bagian depan sementara waktu bakal ditempatkan di pasar darurat.

”Pekan ini sudah dibangun pasar daruratnya. Awalnya mau dipindah sementara di selatan pasar, tapi karena para pedagang tidak mau, takut kalau tidak ada yang beli, makanya kita buatkan di belakang yang masih dalam satu komplek pasar,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mengengah (Disperindagkop UKM)  Karanganyar Waluyo Dwi Basuki menjelaskan, tahun ini merenovasi Pasar Kemuning, dan Pasar

Kebakkramat. Anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatkan Belanja Negera (APBN) yang masuk melalui dana alokasi khusus (DAK).

”Kalau untuk detail berapanya kemarin itu saya tidak begitu hafal, akan tetapi total dari pembangunan dua pasar tersebut yakni Rp 2,6 Milliar,” kata Waluyo.

Waluyo mengungkapkan, beberapa pasar di Karanganyar seperti Pasar Jatipuro, Jungke, Tegalgede, dan Jumapolo juga butuh direhab. Namun lantaran keterbatasan anggaran, pemerintah fokus terhadap dua pasar tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar Eko Joko Iswanto menjelaskan, renovasi Pasar Kebakkramat meliputi penambahan los di bagian belakang. Sementara renovasi Pasar Kemuning merombak bagian muka pasar. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia