Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Tabung Gas Melon Langka, Pemkab Minta Kuota Tambahan

11 Juli 2019, 17: 22: 04 WIB | editor : Perdana

MENDESAK: Gas elpiji 3 kilogram mulai sulit dicari.

MENDESAK: Gas elpiji 3 kilogram mulai sulit dicari. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Tabung gas 3 kilogram (Kg) atau tabung gas melon mulai langka di masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapat tabung gas melon tersebut. Saat ini penggunaan gas melon terindikasi banyak dialihkan untuk kebutuhan pertanian.

David, salah seorang warga Gemolong mengungkapkan, tabung gas di tingkat pangkalan Desa Peleman, Gemolong juga sudah langka. Padahal salah satu pangkalan langganannya tersebut selama ini didrop seminggu sekali sebanyak 50 tabung. Namun saat ini sedikit sulit dicari. Kelangkaan itu juga berimbas ke harga beli.

”Di pangkalan biasanya Rp 15.300. Namun di tingkat pengecer sampai konsumen naik jadi Rp 22.000,” ujarnya.

Kasi Pembinaan Perdagangan dan Meterologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Joko Suranto tidak menampik hal itu. Masyarakat mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Penyebabnya karena gas melon banyak dimanfaatkan petani sebagai bahan bakar mesin penyedot air.

”Kondisinya memang seperti itu. Karena musim kemarau panjang, petani menggunakan gas elpiji untuk penyedot air,” jelas Joko.

Menurutnya, musim kemarau dan kelangkaan gas merupakan masalah klasik di Sragen. Pertamina pun juga sudah hafal dengan waktu-waktu kelangkaan gas jika saat seperti ini. Disperindag sudah menjalin

komunikasi dengan Pertamina untuk mendapat tambahan kuota gas. Saat ini kuota di kabupaten Sragen sebanyak 32 ribu tabung.

”Kita sudah koordinasi dengan Pertamina dan akan mengecek kondisi lapangan untuk menetapkan jumlah tambahan kuota,” imbuhnya.

Dia juga membantah adanya isu mulai digunakannya gas non subsidi ukuran kecil. ”Belum ada isu dialihkan ke non subsidi. Sekarang saja diupayakan untuk PNS yang mengawali juga belum benar-benar jalan. Karena saat ini baru sebatas imbauan,” terangnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia