Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Si Penganiaya Anak Diancam 15 Tahun Bui

11 Juli 2019, 18: 18: 33 WIB | editor : Perdana

DISELIDIKI: Rumah tempat Alifia dianiaya bapaknya Totok Suroso, Selasa lalu (25/6). Foto kini, Juvita ditemukan lemas oleh warga setempat.

DISELIDIKI: Rumah tempat Alifia dianiaya bapaknya Totok Suroso, Selasa lalu (25/6). Foto kini, Juvita ditemukan lemas oleh warga setempat. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Tersangka penganiaya anak kandung, Totok Suroso, 45, warga Dukuh Pandak RT 002 RW 002 Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, telah ditahan di Mapolres Sukoharjo dan diancam 15 tahun penjara. 

Sekadar informasi, Totok berniat menghabisi nyawa anaknya, Alifia, 19, dan Jufita, 12, pada Rabu (26/6). Setelah itu dia berusaha bunuh diri dengan menusuk perut namun berhasil digagalkan warga setempat.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menuturkan, kondisi fisik tersangka yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno telah membaik. 

"Hasil pemeriksaan, penyidik menetapkan pelaku (Totok, Red) sebagai tersangka yang menganiaya kedua anaknya," ujarnya kemarin (10/7).

Akibat perbuatannya itu, Totok akan dijerat pasal 44 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Mengingat tersangka sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri, sistem keamanan dan pengawasan di dalam tahanan diperketat. 

"Kami mengawasi secara ketat sesuai prosedur yang berlaku. Jadi pengamanan tidak hanya untuk tersangka Totok, melainkan seluruh tahanan di Mapolres Sukoharjo," ungkap dia.

Guna mencegah hal tidak diinginkan, petugas dituntut teliti saat memeriksa pengunjung rutan mengantisipasi masuknya barang terlarang. Di antaranya senjata tajam.

Diberitakan sebelumnya, penganiyaan terjadi sekitar pukul 07.00. Saat itu, tetangga Totok, Tyastini Istiqomah, 25, mendengar ada suara teriakan anak kecil dari dalam rumah Totok. Dia angsung menggedor rumah Totok, namun pintu rumah terkunci. 

Tyastini kemudian melaporkan hal ini kepada warga lain, Waluyo, 58, dan Sofyan, 68. Keduanya lalu datang ke rumah Totok dan membuka paksa pintu rumah. Mereka mendapati Totok dan Jufita dalam kondisi leher terjerat tali tambang yang digantung dengan tiang di dalam rumah.

Mereka lantas menolong Jufita dan Totok. Jufita saat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ketika sedang menolong Jufita, Tyastini mendengar pelaku mengatakan “Fia (Jufita) wis tak pateni (Fia sudah kubunuh)”. Mendengar hal itu, Waluyo dan Sofyan bergegas mencari keberadaan Fia. 

Fia ditemukan di rumah kosong sebelah rumah Totok dalam kondisi tak sadarkan diri dan bersimbah darah. Di kepala bagian depan terdapat luka menganga bekas bacokan benda tajam.

Setelah upaya bunuh dirinya gagal, Totok lantas mengambil pisau dapur dan berusaha menusukkan ke perutnya. Namun, berhasil dicegah Sofyan dan Waluyo. Warga lain lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Polokarto. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia