Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

BPBD Jemput Bola Minimalkan Korban Erupsi

11 Juli 2019, 18: 23: 30 WIB | editor : Perdana

MANTAPKAN KOORDINASI: Seorang relawan menggendong bocah turun dari pikap saat simulasi penanganan bencana erupsi merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, kemarin (10/7).

MANTAPKAN KOORDINASI: Seorang relawan menggendong bocah turun dari pikap saat simulasi penanganan bencana erupsi merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, kemarin (10/7). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Aktivitas Gunung Merapi belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Sampai saat ini, masih terus terjadi pertumbuhan kubah lava di puncak. Bahkan status Merapi tetap di level 2 atau waspada.

Nah, meminimalkan jatuhnya korban jiwa saat terjadi erupsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali terus menggelar simulasi penanganan. Paling gres, digelar gladi lapangan di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, kemarin (10/7). Menyasar warga yang tinggal di radius 3 kilometer (km) dari puncak Merapi. Khususnya Dukuh Stabelan dan Takeran.

Sejumlah relawan yang berada di tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) di Desa Tlogolele melakukan aksi jemput bola. Menggunakan sejumlah armada, mereka menjemput warga yang tinggal tak jauh dari puncak Merapi. Selanjutnya, warga diungsikan ke TPPS Tlogolele.

Dalam simulai, terlihat sejumlah warga mengalami luka saat proses evakuasi. Mereka kemudian mendapat perawatan medis di barak pengunsian. Sebagian lainnya mendapatkan makanan yang dibuat di dapur umum.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo menjelaskan, simulasi ini bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya untuk mematangkan koordinasi antara masyarakat, stakholder terkait, dan relawan saat terjadi erupsi Merapi.

”Kami menggelar gladi lapangan, seolah-olah terjadi bencana. Kami melibatkan klaster dapur umum, klaster angkutan perhubungan, klaster komunikasi, dan kluster kesehatan,” terang Sinung, kemarin.

Simulasi juga melibatkan sister village atau desa persaudaraan. Yakni Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Termasuk Desa Tlogolele, Kecamatan Selo dengan Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang. ”Upaya ini kami lakukan agar penanganan korban bencana lebih efektif,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia