Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten
Sekolah Terdampak Proyek Tol

Bersedia Direlokasi Asal Dibuatkan Bangunan Baru

11 Juli 2019, 18: 38: 54 WIB | editor : Perdana

TERDAMPAK: Bangunan sekolah Yayasan Hidayah Klaten.

TERDAMPAK: Bangunan sekolah Yayasan Hidayah Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Proyek Tol Solo-Jogja mengancam bangunan sebuah sekolah di Dusun Ngawen, Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten. Yakni SDIT, SMPIT, dan SMAIT Hidayah Klaten. Pihak sekolah mengaku siap direlokasi jika benar proyek tol memakan sebagian bangunan.

SDIT, SMPIT, dan SMAIT tersebut milik Yayasan Hidayah Klaten. Berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi. Total terdapat 1.020 siswa yang menuntut ilmu di sekolah ini.

Sekolah ini berdiri sejak 2008, diawali SDIT Hidayah Klaten. Dalam perjalanannya, berkembang menjadi SMPIT dan SMAIT. Termasuk hadirnya pondok putri yang masih satu kawasan dengan sekolah.

Sekolah ini juga memiliki bangunan baru yang dikerjakan dalam kurun tiga tahun terakhir. Saat ini, sekolah dua lantai tersebut memiliki sekitar 50 ruangan.

”Kami baru tahu dua pekan ini kalau sekolah ini terkena dampak tol. Setelah kami didatangi petugas yang menunjukkan gambar jalan tolnya. Tapi waktu itu sekolah sedang libur. Saat kami lihat sketsanya, awalnya jalan tol hanya di luar dinding sekolah sisi utara,” terang Kepala SMAIT Hidayah Klaten Wasis Pambudi, kemarin (10/7).

Wasis juga mengaku sudah didatangi Bupati Klaten Sri Mulyani. Dari sini pihaknya mengetahui jika sebagian bangunan sekolah terkena dampak tol. Dia menilai tidak memungkinkan jika bangunan sekolah dipertahankan sebagian.

Nah, jika proyek tol terealisasi, pihaknya bersedia direlokasi. Dengan catatan dibuatkan bangunan baru sebagai penggantinya. ”Ternyata memang proyek tol mengenai sebagian bangunan. Tapi kan tidak mungkin jika hanya sebagian saja. Tapi intinya, kondisinya (bangunan sekolah, Red) seperti ini. Syukur-syukur bisa diganti lebih baik lagi,” bebernya.

Bupati Klaten Sri Mulyani menyambut positif sikap kooperatif pihak sekolah. ”Kalau yang saya cek di Ngawen itu, kaitannya dampak tol terhadap SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Pihak sekolah saat saya tanya tidak keberatan. Asalkan diganti, dibangunkan lebih bagus harapannya. Dari pihak pengembang pun juga sudah siap,” terangnya.

Sri Mulyani menambahkan, proyek Tol Solo-Jogja yang melintasi Kabupaten Klaten akan memakan lahan seluas 600 hektare. Dari total keseluruhan lahan tersebut, 80 persen di antaranya merupakan areal persawahan. Sementara berdasarkan pemetaan yang didapatkan dari kementerian maupun pengembang, proyek tol melintasi 45 desa dan 9 kecamatan. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia