Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Direktur PT Krishna Alam Sejahtera Dikenal Lihai Berbicara

Kerugian Mitra capai Rp 14 M Lebih

12 Juli 2019, 22: 50: 05 WIB | editor : Perdana

Mitra PT Krishna Alam Sejahtera ramai-ramai melapor ke Mapolsek Ceper

Mitra PT Krishna Alam Sejahtera ramai-ramai melapor ke Mapolsek Ceper

Share this      

KLATEN - Dalam dua hari terakhir (11-7), Mapolsek Ceper terus didatangi puluhan orang yang melaporkan PT Krishna Alam Sejahtera. Mereka  merasa telah dirugikan atas program investasi yang ditawarkan perusahaan distributor obat herbal itu.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, ada sekitar 1.800 orang yang menjadi mitra PT Krishna Alam Sejahtera. Mereka telah menanamkan modal dengan nilai bervariasi. Itu mengingat perusahaan membuat tiga paket investasi, nilainya mulai Rp 8 juta hingga Rp 24 juta. Sementara keuntungan yang dijanjikan, yakni mulai Rp 1 juta hingga 3 juta per pekannya.

Berdasarkan laporan masuk hingga Jumat, total kerugian mitra dikasir sekitar Rp 14 miliar. Tapi, nilai itu masih bersifat sementara dan besar kemungkinan terus bertambah. Sebab, masih banyak mitra yang belum melapor ke kepolisian.

Salah satu mitra Wahyudi, 55, warga Kecamatan Juwiring mengaku, dia telah rugi hingga Rp 648 juta. Dia tertarik berinvestasi ke perusahaan itu karena sering ditawari langsung oleh direktur PT Krishna Alam Sejahtera bernama Al Farizi.

”Tentunya akan saya laporkan atas nama perusahaan ke kepolisian. Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini harus diungkap,” ucap Wahyudi Jumat.

Sosok direktur PT Krishna Alam Sejahtera itu dikenal warga sekitar memang pintar berbicara. Tapi, keberadannya seakan hilang ditelan bumi sejak beberapa hari sebelum ada pengumuman perusahaan libur selama tiga hari.

Perusahaan itu menjalankan bisnisnya dengan mengajak para mitra menanamkan modal sesuai paket yang ditawarkan. Setelah membayar, mitra akan mendapat sejumlah rempah-rempah untuk dibawa pulang. Di antaranya temu lawak, temu ireng, tapak liman, sambiroto, manggis, dan ginseng. Serta alat oven. Hasil rempah-rempah yang telah dioven lantas diserahkan kepada perusahaan dan mitra akan mendapat keuntungan.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mengatakan, pihaknya telah memeriksa 10 saksi mewakili secara keseluruhan. Termasuk menghimpun kerugian yang dialami para mitra.

“Kemarin malam sejumlah alat bukti yang ada di dalam (kantor PT Krishna Alam Sejahtera) sudah kami amankan. Sepeti surat perjanjian kerja sama antara korban dengan direktur,” jelas Dicky. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia