Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Lawan Sampah Kali Pepe dengan Mural

13 Juli 2019, 13: 10: 59 WIB | editor : Perdana

BUTUH PERHATIAN: Kali Pepe yang membelah Kota Solo tak luput dari permasalahan limbah dan sampah.

BUTUH PERHATIAN: Kali Pepe yang membelah Kota Solo tak luput dari permasalahan limbah dan sampah. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Selama ini, kawasan Kali Pepe yang berada di tengah Kota Solo terkesan kumuh. Perlu upaya serius dari seluruh elemen mengubah kondisi tersebut. Di antaranya menghias bantaran sungai di wilayah Kelurahan Sudiroprajan dengan mural.

Agar pembuat mural lebih semangat berkarya, kegiatan tersebut dikemas menjadi kompetisi dengan memerebutkan trofi wali kota Surakarta.

"Solo dulu itu kan kota sungai. Sekarang sungai hanya jadi tempat pembuangan. Kondisi tersebut harus diubah jika ingin mengembalikan keasrian sungai," tegas Lurah Sudiroprajan Dalimo, Jumat (12/7).

Upaya pembersihan rutin Kali Pepe yang melibatkan aktivis peduli sungai tim Sibat, lanjutnya, harus diimbangi dengan terobosan untuk menggugah kepedulian masyarakat. Nah, kompetisi mural yang akan digelar 16-18 Agustus mendatang dinilai paling tepat untuk itu. 

"Sebenarnya lomba mural ini sudah lama kami pikirkan. Hanya belum dapat waktu pas untuk melaksanakan. Makanya, kami gelar bulan depan sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan RI,” urai Lurah Dalimo.

Ketika sudah dihias dengan mural, diharapkan kawasan bantaran Kali Pepe menjadi lebih indah. Oknum warga yang tadinya membuang sampah di sungai, bisa segan dan menghentikan kebiasaan buruknya. "Kalau makin indah, makin percaya diri untuk wisata sungai," imbuhnya. 

Calon peserta kompetisi mural bisa mendaftar dengan cara mendatangi kantor Kelurahan Sudiroprajan. Atau bisa juga mengaksesnya lewat akun Instagram @sudiroprajan18. 

" Sampai hari ini (kemarin,Red) ada 40 tim mural yang mendaftar. Nanti tinggal kami minta sketsa awalnya apakah cocok dengan tema yang kami usung," jelas panitia kompetisi mural, Arga Dwi Setyawan.

Tema yang diusung dalam lomba tersebut adalah Kampung Pembauran dan Kebhinekaan. Tema tersebut diaplikasikan pada mural mulai belakang kantor BRI Jalan Jenderal Sudirman hingga jembatan belakang Kelurahan Sudiroprajan.  Juaranya berhak mendapatkan uang pembinaan, piala, dan piagam dari wali kota Surakarta. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia