Kamis, 22 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Transaksi Nontunai Rambah Pedesaan, Lebih Transparan dan Efisien

13 Juli 2019, 20: 14: 34 WIB | editor : Perdana

PERJANJIAN: Penandatanganan MoU antara PT BPR Bank Boyolali dengan Dispermasdes, Rabu (10/7).

PERJANJIAN: Penandatanganan MoU antara PT BPR Bank Boyolali dengan Dispermasdes, Rabu (10/7). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Sistem pembayaran nontunai atau non cash transaction (NCT) mulai merambah kawasan pedesaan di Kabupaten Boyolali. Program ini akan menyasar seluruh pemerintah desa di Kota Susu. Melalui program ini, seluruh transaksi keuangan desa berupa penerimaan setoran dan pembayaran pengeluaran desa dilakukan melalui rekening bank. 

Kerja sama tertuang dalam memorandum of undertanding (MoU). Ditanda tangani Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali Purwanto dan Direktur Utama (Dirut) PT BPR Bank Boyolali Dono Sri Hananto. Program ini dianggap berhasil diberlakukan di lingkungan pemkab. Lalu coba ditelurkan di pemerintah desa.

Namun, terdapat sejumlah pembayaran yang tidak bisa dilakukan melalui program NCT. Semisal pembayaran belanja perjalanan dinas luar daerah, belanja bantuan kepada orang terlantar, dan belanja bantuan kepada yatim piatu. Selain itu biaya perkara atas proses atau putusan pengadilan, pembayaran keperluan belanja sosial dan penanganan kedaruratan, serta pembayaran belanja transportasi kepada masyarakat.

Wakil Bupati (Wabup) Boyolali M. Said Hidayat berharap agar kebijakan ini mampu meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengeloaan keuangan. ”Untuk pengelolaan dana desa dengan sistem NCT merupakan langkah menuju ke arah tata kelola yang bagus. Lebih transparan, lebih efisien, lebih efektif, dan memudahkan masyarakat,” ucap Said.

Melalui langkah tersebut, dana desa dapat dipertanggungjawabkan dengan lebih baik untuk kepentingan masyarakat. ”Dapat dilaksanakan dan dapat mendukung seluruh desa di Kabupaten Boyolali. Dalam rangka mempertanggungjawabkan keuangan desa. Pengelolaan anggaran bisa dilaksanakan sebaik-baiknya dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Dirut PT BPR Bank Boyolali Dono Sri Hananto menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai hal terkait penerapan NCT di tingkat pemerintah desa. ”Sehingga nasabah nantinya tidak akan dipersulit. Akan diberi kemudahan dalam bertransaksi. NCT juga akan mengurangi peredaran uang tunai di Boyolali,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia