Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Jauh dari Rumah karena Terlempar Zonasi

14 Juli 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Jauh dari Rumah karena Terlempar Zonasi

Dahulu, pelajar yang memilih nge-kos mungkin karena ingin menimba ilmu di sekolah impian sekaligus hemat waktu dan biaya. Namun sekarang, mereka nge-kos bisa karena terpaksa.

Seperti dialami Ozof, 16, sapaan akrab murid SMAN 3 Surakarta asal Magelang. Sudah setahun ini dia tinggal di kos muslim Jalan Mertolulutan No. 40-42, RT 03 RW 03, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

"Dulu (tahun pelajaran 2018/2019) saya daftar sekolah di Magelang, zona satu. Tapi tidak masuk. Akhirnya saya daftar sekolah pakai jalur prestasi ke Kota Solo," terangnya. 

Sebelum ke Solo, Ozof mendaftar lewat jalur prestasi di SMAN 3 Jogjakarta. Sayangnya, dia juga tak diterima. "Awalnya ya agak takut karena jauh dari rumah. Tapi lama-lama sudah terbiasa," jelas dia.

Sementara itu, pemilik kos muslim Zunan Harjaka menuturkan, penurunan jumlah pelajar yang kos sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Ketika ada pembatasan kuota pelajar dari luar daerah. "Sejak ada pembatasan itu memang terasa. Karena sebelumya banyak siswa SMAN 3 Surakarta dari Boyolali, Wonogiri, dan lainnya. Beberapa tahun terakhir ini hanya satu dua pelajar yang nge-kos. Padahal dulu mayoritas dari sana," terangnya.

Menurut Zunan, dahulu kos muslim tersebut merupakan pondok pesantren (ponpes) yang berdiri sejak zaman Jepang.L antaran para kiainya sudah meninggal dan tak ada penerusnya, ponpes vakum.

"Anak yang kos di sini biasanya ajak teman-teman sekolahnya ngaji dan salat berjamaah di sini,” kata dia. 

Berapa jumlah pelajar yang tinggal di kos muslim? Zunan hanya menunjukkan dua jarinya. "Hanya ada dua. Satu dari Magelang. Satunya dari sekitar eks Karesidenan Surakarta. Kalau tahun ajaran ini belum ada," ucap dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia