Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Haji Blangkon Jadi Ikon

14 Juli 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Perdana

KHAS: CJH asal Gunungkidul, DIJ bersiap diberangkatkan ke Tanah Suci kemarin (13/7).  

KHAS: CJH asal Gunungkidul, DIJ bersiap diberangkatkan ke Tanah Suci kemarin (13/7).   (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Embarkasi Solo kembali memberangkatkan haji blankon. Yakni, calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Gunungkidul, DIJ yang selalu memakai blangkon di kepalanya sebagai identitas.

Haji blangkon tiba di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali pada Jumat (12/7) pukul 16.00. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 22 yang terbang ke Tanah Suci kemarin pukul 17.25.

Dari total 355 jamaah di kloter ini, puluhan jamaah laki-laki mengenakan blangkon. Penggunaan tutup kepala ini sebagai tanda dari salah satu kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) di Gunungkidul.

“Ini bukan kali pertama. Tahun-tahun sebelumnya juga sudah (pakai blangkon). Biasanya kalau tanda jamaah berupa syal, ini kita pakai blangkon biar beda. Ini juga untuk nguri-uri budaya,” terang Tim Pendamping IbadahHaji Daerah (TPHD) Kabupaten Gunungkidul Nuryanto Ruaidi, Sabtu (13/7).

Blangkon yang dipakai, lanjutnya, merupakan blangkon khas Jogjakarta. Dengan warna hitam kombinasi merah dan memiliki mondolan di belakangnya. Dengan aksesori blangkon tersebut, jamaah asal Gunungkidul akan mudah dikenali. “Mungkin ini satu-satunya yang memakai blangkon di Indonesia. Bahkan di dunia,” imbuhnya.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jamaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Afief Mundzir memastikan pemakaian blangkon tidak melanggar aturan. Penutup kepala khas Jawa itu diyakini hanya sebagai aksesori jamaah sekaligus sebagai penanda.

“Yang penting dalam ritual yang mensyaratkan jamaah untuk berpakaian ihram, blangkon itu dilepas,” ungkap dia.

Pemakaian blangkon oleh CJH Gunungkidul, kata Afief, menjadi daya tarik tersendiri di Tanah Suci. Dia berharap jamaah haji dari berbagai negara melirik keunikan tersebut sehingga menjadi tertarik untuk belajar dan mengenal lebih jauh tentang budaya Indonesia. “Gara-gara blangkon jadi tahu Indonesia,” imbuhnya.

Hingga kemarin, total jamaah yang telah masuk Embarkasi Solo sebanyak 21 kloter atau 7.363 jamaah. Total yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 6.453 jamaah yang terdiri dari 18 kloter. Sebanyak 5.739 di antaranya telah mendarat di Madinah. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia