Sabtu, 17 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Berwisata Sejarah ke Taman Punden Tingkir, Kalijambe, Sragen

14 Juli 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Berwisata Sejarah ke Taman Punden Tingkir, Kalijambe, Sragen

Siapa yang tak kenal dengan Museum Manusia Purba Sangiran? Kawasan yang masuk situs kebudayaan dunia ini semakin banyak pilihan objek wisatanya. Tak hanya sekadar museum, ada pula wisata religi dengan kearifan lokal.

TAMAN Punden Tingkir di Dukuh Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe menjadi salah satu objek wisata yang layak dikunjungi. Apalagi jika sedang berwisata ke Museum Manusia Purba Sangiran. Tak ada ruginya mampir ke taman ini.

Lokasinya cukup mudah dijangkau. Hanya sekitar 10 kilometer dari Kota Solo atau 30 kilometer dari Kota Sragen. Atau 500 meter di sebelah timur Museum Manusia Purba Sangiran. Taman Punden Tingkir ini awalnya sebuah bukit. Terdapat beberapa petilasan pengikut Joko Tingkir, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang. Kondisinya sempat mangkrak. Hanya dikira bongkahan batu yang tercecer. Namun sejak 2017, mulai ditata dan dikembangkan. 

Penataan taman ini belum sepenuhnya rampung. Tapi sudah banyak spot selfie yang instagramable. Mulai dari perahu bambu yang sedang hits, hamparan bunga Celosia berwarna-warni. Jika ingin berwisata religi, traveler bisa berziarah ke makam kuno pengikut Joko Tingkir. Tapi harus mendaki anak tangga untuk menuju makam tersebut. Untuk melepas lelah selama perjalanan menyusuri bukit, ada gazebo.

Sampai di puncak, traveler bisa melihat makam kuno yang sudah ada sejak zaman Kasultanan Pajang. Pemandangan kawasan situs kebudayaan dunia Sangiran juga bisa dilihat dari atas. Banyak pepohonan berusia ratusan tahun yang belum dijamah manusia. Pada malam-malam tertentu, bukit itu sering dikunjungi orang untuk wisata religi.

Tak jauh dari lokasi, ada tugu peringatan penemuan fosil manusia purba Sangiran no 27. Fosil itu ditemukan warga sekitar di kanal Bapang pada 1976. Saat ini fosil tengkorak berusia 1,3 juta sudah disimpan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS). Kini lokasi penemuan fosil tak ternilai itu dibuatkan sebuah tugu. Traveler juga bisa melihat langsung lokasi-lokasi tempat penemuan fosil.

”Dulu lokasi penggalian dari peneliti mancanegara banyak di sini. Terus ini kami rintis supaya ada pengunjung lagi sejak 2017,” beber salah seorang pemrakarsa Taman Punden Tingkir, Aris Rustiyoko yang sekaligus Ketua Forum Remaja Sangiran.

Soal Punden Tingkir, Aris menceritakan kawasan ini sebelumnya petilasan Joko Tingkir. Makam itu berupa batu berserakan yang diata warga. Saat ini ada empat makam yang terdeteksi. Secara geografis letaknya memang dekat dengan Kali Cemoro yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Taman ini akan dilengkapi wahana outbond dan flying fox.”Kita tidak hilangkan unsur religi, tapi sebagai pengelola bagaimana caranya kita membuat konsep yang menarik,” terangnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia