Selasa, 20 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola
0 Persis Solo vs Martapura FC 0

Blunder Terlampau Parah, Persis Main Dengan 10 Pemain Sejak Kick Off

15 Juli 2019, 15: 01: 23 WIB | editor : Perdana

BLUNDER: Gelandang Persis Solo M Shulton Fajar dilarang bermain saat laga melawan Martapura FC, kemarin. Insert: nomor punggung Shulton.

BLUNDER: Gelandang Persis Solo M Shulton Fajar dilarang bermain saat laga melawan Martapura FC, kemarin. Insert: nomor punggung Shulton. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Share this      

MADIUN – Sebuah kejadian memilukan terjadi di Stadion Wilis Madiun. Di mana Persis Solo harus bermain dengan 10 pemain kick off, melawan Martapura FC dalam laga lanjutan Liga 2 2019.

Hal ini terjadi karena M Shulton Fajar yang diturunkan sebagai starter, ternyata tak diperbolehkan main oleh pengawas pertandingan. Alasannya karena ada kesalahan teknis pada nomor punggung.  Di mana dalam daftar susunan pemain (DSP) tertera nomor 44, sedangkan jersey yang digunakan Shulton berangka 94.

”Saya gak menyalahkan si A dan si B. kayaknya ada miskomunikasi di sini. Antara pengurus yang bikin jersey, dan pengurus yang berkoordinasi dengan pemain. Awalnya di loker room ga ada masalah. Pas ditanya nomernya dia (Shulton) bener gak sesuai yang diutarakan di DSP. Dicek gak ada komplain,” ucap Asisten Pelatih Persis Solo, Choirul Huda usai laga.

Dia mengakui sejatinya nomer asli Shulton adalah 44, namun ternyata jersey produksi Saestu bernomor punggung 94. 

“Pas tau ada kesalahan, kami sempat punya argumen kalau itu ada kesalahan. Akhirnya sempat dimodif 94, jadi 44 dengan pakai taping. Situasinya petugas ga mau, dan tetap tidak boleh dimainkan,” sambung eks pelatih Persiwa Wamena musim lalu tersebut, yang menggantikan coach Agus Yuwono di sesi jumpa pers kemarin. 

Eks gelandang PSIM musim lalu tersebut ini bergabung dengan skuad Laskar Sambernyawa pekan lalu,  usai Persis menjalani dua laga tandang ke markas Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan. 

Pemain yang sempat dicoret seleksi Persis jelang kick off Liga 2 2017 ini memang jadi pemain ke-23 Persis.  Bahkan saat launching tim di Stadion Wilis 16 Juni lalu,  dia tak termasuk pemain yang dipromosikan sebagai skuad Persis musim ini. “Kebetulan dia pemain terakhir kami, jadi dibuat jerseynya paling terakhir,” ucapnya.

Di lain sisi, walah hanya bermain dengan 10 pemain, Persis sukses menekan sejak awal. Sayangnya hasil seri 0-0, membuat Persis hanya bisa dapat 1 poin di laga ini.

Walau begitu Persis sukses naik satu peringkat di klasemen sementara. Laskar Sambernyawa keluar dari juru kunci klasemen Grup Timur, setelah PSBS Biak kalah 0-1 atas tuan rumah PSIM jogja di Stadion Sultan Agung Bantul. Persis sejatinya bisa mencetak gol di menit ke-51. Sayang gol Nanang Asripin dianulir, karena dianggap offside. 

”Saya tidak bisa menjawab, karena bukan ranah saya. Sekilas liat video, tipis antara offside dan enggak. Biar masyarakat yang menilai saja,” tuturnya

Di menit ke-6' dan 15' Dimas Galih juga juga hampir mencetak gol lewat kepala dan kakinya, sayang  masih berhasil diantisipasi kiper lawan. 

Mantan pemain Persik Kediri dan Persiba Balikpapan musim lalu tersebut hampir membuka skor di menit ke-30'. Mendapat umpan manis crossing dari Slamet Budiono. Galih menyambutnya dengan sundulan.  Sayang kiper Martapura keluar gawang dan meninju bola liar tersebut,  dn menjauh lkan bola dari lini pertahanannya. Dimas dan Ali Budi Ternyata bertabrakan,  hal ini ternyata membuat Dimas Galih tak bisa meneruskan permainan dan langsung digantikan Nanang Asripin. 

Di menit ke-51', Nanang sempat mencetak gol. Itu setelah tendangan Iman budi berhasil ditepis kiper lawan, dan bola rebound berhasil dimasukkannya ke mulut gawang yabg tengah kosong. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia