Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Napi Investasi Bodong Tewas Bunuh Diri,Tenggak Cairan Pembersih Lantai

15 Juli 2019, 19: 48: 06 WIB | editor : Perdana

Napi Investasi Bodong Tewas Bunuh Diri,Tenggak Cairan Pembersih Lantai

SOLO – Seorang narapidana (napi) di rumah tahanan (Rutan) Klas IA Surakarta bernama Haryanto alias Yusak tewas bunuh diri di dalam kamar tahanannya Senin (15/7) siang. Tahanan kasus investasi bodong itu menjemput maut setelah menenggak cairan pembersih lantai.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Andi Rahmanto mengatakan, Senin siang salah satu rekan tahanan Yusak melihat dia muntah-muntah. Ketika dicek petugas, kondisi Yusak juga lemas.

“Langsung kita bawa ke poliklinik dan dipersiksa dokter. Kita juga sudah memberi pertolongan pertama bagi warga binaan. Tetapi setelah ditunggu, kondisinya tidak membaik, justru melemah. Akhirnya setelah mendapat rekomendasi dokter, yang bersangkutan langsung kita bawa ke Moewardi,” urai Andi.

Setibanya di RSUD dr Moewardi, nyawa Yusak tak mampu tertolong. "Kalau untuk detail kematian, kita kurang mendapat info dari rumah sakit,” kata Andi.

Dia menjelaskan, selama ini Yusak ditahan di kamar 4 blok B Rutan Klas IA bersama 19 warga binaan lain. Yusak dibui karena terlibat kasus penipuan investasi emas bodong. 

“Pertama, ia divonis 1,5 tahun dan seharusnya akhir tahun ini bebas. Namun, perkara kedua memutus ia dihukum selama 2,5 tahun dan saat ini prosesnya masih berjalan. Seluruhnya kasus tentang penipuan,” papar Andi.

Sebagai tambahan informasi, Yusak menjadi pelaku utama dalam kasus penipuan dengan modus investasi emas bodong senilai hampir Rp 111 miliar. Ia ditangkap pada akhir 2017 oleh Satreskrim Polresta Surakarta setelah sempat buron. Ia berhasil menipu seratusan korbannya yang berasal dari eks Karesidenan Surakarta. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia