Selasa, 20 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Kerugian Korban Investasi Bodong Krishna Alam Sejahtera Tembus Rp 17 M

15 Juli 2019, 19: 56: 58 WIB | editor : Perdana

Sejumlah warga korban investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera mendatangi Mapolres Klaten

Sejumlah warga korban investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera mendatangi Mapolres Klaten

Share this      

KLATEN - Ratusan mitra yang jadi korban investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera menggeruduk Mapolres Klaten Senin (15/7). Kedatangan mereka untuk menanyakan perkembangan pengungkapan kasus serta meminta polisi segera menangkap direktur Al Farizi.

Para mitra PT Krishna Alam Sejahtera itu disambut Kabagops Polres Klaten AKP Didik Sulaiman. Beberapa perwakilan lalu melakukan audensi dengan kepolisian.

“Dari audensi tadi diberikan informasi jika laporan kami di Polsek Ceper baru saja dilimpahkan ke Polres Klaten. Termasuk mengejar pelaku dan mencari tempatnya. Termasuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat sebelum dilakukan penangkapan,” jelas salah seorang mitra Wahyudi, 50.

Ditegaskan warga Desa/Kecamatan Juwiran itu, keinginan para mitra saat ini adalah dapat kembalinya seluruh modal yang telah diinvestasikan. Mengingat saat ini para mitra harus menanggung biaya hidup sehari-hari. 

Bahkan, harus membayar hutang ke bank. Sebab, beberapa di antara mereka meminjam uang untuk menanamkan modal awal.

Dari koordinasi yang dilakukan, hingga saat ini terdapat 611 mitra dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 17 miliar. Para mitra paling banyak berasal dari Kabupaten Klaten serta daerah sekitarnya, seperti Sukoharjo, Gunung Kidul, Temanggung maupun Malang.

“Yang paling utama bisa menangkap Al Farizi ini. Termasuk para pengurus dari PT Krishna Alam Sejahtera. Kami menyakini jika ada penipuan yang sistematis,” jelas Wahyudi. 

Saat Jawa Pos Radar Solo mencoba mengubungi nomor kontak yang tertera dalam surat perjanjian dengan para mitra, ternyata tidak tersambung dengan Direktur PT Krishna Alam Sejahtera Al Farizi. Melainkan justru Wakil Direktur PT Krishna Alam Sejahtera Trisna. Padahal, dalam surat perjanjian itu memakai atas nama Al Farizi.

“Yang pasti saya juga korban. Tetapi memang saya pengurus,” jelas Trisna. Ia kini tengah menjalani proses pemeriksaan di Polres Klaten. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia