Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Sekolah Hari Pertama, Hadirkan Tokoh Animasi hingga Wisata Sejarah

16 Juli 2019, 12: 26: 51 WIB | editor : Perdana

SEKOLAH PERTAMA: Siswa kelas 1 di SDN 5 Mojolaban ini masih terlihat mengantuk saat upacara bendera kemarin. Sementara orang tua memboncengkan anak-anaknya melewati Jembatan Beton, Kampung Sewu, Jebres, Solo, kemarin.

SEKOLAH PERTAMA: Siswa kelas 1 di SDN 5 Mojolaban ini masih terlihat mengantuk saat upacara bendera kemarin. Sementara orang tua memboncengkan anak-anaknya melewati Jembatan Beton, Kampung Sewu, Jebres, Solo, kemarin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Beragam kegiatan menarik digelar sekolah untuk memberikan kesan pertama yang baik bagi para peserta didik baru kemarin. Maklum, hari pertama masuk sekolah bagi siswa SD adalah hal baru. Sehingga tak heran beberapa sekolah berupaya mengambil hati mereka dengan cara unik. 

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta bahkan menghadirkan tokoh animasi Islami idola anak-anak Nussa dan Rara untuk menyambut kedatangan peserta didik baru. Keduanya berdiri di depan tangga ke lantai dua, tempat kelas 1 berada. 

Tokoh kartun Nussa dan Rara tak hanya bertugas menyambut para peserta didik baru. Namun juga bersedia melayani peserta didik baru yang ingin ber-selfie ria dengan keduanya. Baru kemudian naik ke lantai dua dan menuju kelasnya masing-masing.

“Kami ingin memberikan kesan yang wow kepada para peserta didik baru dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Dan menghadirkan dua tokoh animasi Nussa dan Rara ini anak-anak tampak menikmati hari pertamanya masuk sekolah,” beber salah seorang guru kelas 1 SDIT Nur Hidayah, Reni Agustin Priyatiningrum.

Kesan baik juga ingin dipamerkan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Surakarta. Suasana di sekolah setempat dipenuhi dengan balon beraneka warna dirangkai membentuk gapura. Jalan masuk menuju kelas pun dilapisi karpet hijau. Tak hanya peserta didik baru, orang tua pun tampak terkesan dengan penyambutan ini.

“Kami sudah menjelaskan kepada seluruh orang tua agar tidak perlu mengantarkan putra-putrinya sampai ke depan kelas. Ini bertujuan sekaligus melatih kemandirian anak sejak dini,” terang salah seorang guru kelas 1, Dwi Hati Syukur Lestari.

Berbeda di SD Muhammadiyah 1 Surakarta, kegiatan PLS disuguhi dengan assessment psikologi bagi peserta didik baru. Mereka diminta menggambar pohon, rumah, dan manusia. Ketua PLS SD Muhammadiha 1 Surakarta, SW Winarsi mengatakan assessment ini dilakukan sebagai pemetaan dan kesuksesan belajar siswa.

“Kami juga ajak anak-anak pengenalan budaya di Pura Mangkunegaran. Kemudian pengenalan lingkungan sekolah, belajar huruf hijaiyah, dan peraturan sekolah yang berlaku. Sebelumnya, kami juga ajak mereka mengikuti upacara bendera,” katanya.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, Wahyono mengatakan pihaknya sudah mengimbau sekolah agar menyosialisasikan kepada orang tua agar mengantarkan anaknya ke sekolah. Bukan hanya menemani buah hatinya pada momen hari pertama sekolah. Namun sekaligus berkomunikasi dengan pihak sekolah di awal tahun.

“Kegiatan mengantarkan sekolah di hari pertama masuk sekolah ini juga termasuk program pembinaan dan pendidikan keluarga (bindikel). Kami melihat para orang tua juga sudah paham bahwa berkomunikasi atau berkenalan dengan guru anak-anaknya di sekolah adalah hal penting,” ujarnya. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia