Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pembongkaran Bangungan Transito, Hanya Sisakan Tiga Pos Kamling

16 Juli 2019, 12: 33: 06 WIB | editor : Perdana

SIAP BANGUN UNDERPASS: Kawasan Transito, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan telah bersih dari bangunan liar.

SIAP BANGUN UNDERPASS: Kawasan Transito, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan telah bersih dari bangunan liar. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sebanyak 104 bangunan terdampak pembangunan Underpass Transito telah selesai dirobohkan kemarin (15/7). Pemkot hanya menyisakan fasilitas umum berupa tiga bangunan pos kamling.

Pembongkaran paling rawan yakni di tiga bangunan barat Jembatan Transito. Sebab, dinding bangunan sejajar dengan batas patok jalur kereta api. ”Selalu diawasi. Semua lancar dan aman," jelas petugas pengawas dari Stasiun Purwosari Agus Sarminto. 

Kasi Penataan PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Handoko menerangkan, selama tiga pekan terakhir, pihaknya rutin membantu pemilik bangunan melakukan pembongkaran.

"Selesai hari ini (kemarin, Red). Total yang dibongkar 104 bangunan. Tiga bangunan tidak dibongkar karena fasilitas umum berupa pos kamling," terangnya.

Bagi penghuni bangunan ber-KTP Solo dan belum memiliki rumah, diarahkan tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Hingga saat ini, ada 17 kepala keluarga (KK) yang sudah menempati Rusunawa Mojosongo. 

Sedangkan sejumlah pedagang disarankan menempati Selter Purwosari, Hasanudin, Sriwedari, Jegon, dan lainnya. "Semuanya sudah klir, pencairan uang ganti sudah diterima. Jatah selter dan rusun juga sudah diambil. Ini paling tinggal pembersihan puing bangunan. Nanti ranahnya DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang)," kata Handoko.   

Sementara itu, meskipun seluruh bangunan telah dirobohkan, pembangunan Underpass Transito belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu perizinan dari Dirjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan. Namun, pemkot tetap optimistis menyelesaikan proyek tersebut tahun ini.

"Paling lambat dibangun September. Teknisnya dua bulan untuk pengerjaan bagian bawah, dan dua bulan lainnya finishing. Pekerjaan fisik yang harus diselesaikan adalah pembuatan terowongan, pemasangan beton, dan pembuatan akses jalan di sekitar underpass. Dananya sekitar Rp 950 juta dari APBD Kota Solo," urai Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Surakarta Nur Basuki. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia