Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

DPUPR: Sebelum Hujan, Drainase Harus Beres

16 Juli 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : Perdana

MANFAATKAN MUSIM: Alat berat gali saluran drainase di Jalan Slamet Riyadi.

MANFAATKAN MUSIM: Alat berat gali saluran drainase di Jalan Slamet Riyadi.

Share this      

SOLO – Musim kemarau tak disia-siakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta untuk mengebut sejumlah proyek drainase. Sebelum datang hujan, drainase sudah harus klir.

"Prediksi musim penghujan itu dari Oktober sampai awal tahun (2019). Sebab itu di bulan-bulan tersebut Solo siaga banjir. Makanya proyek drainase selalu ditarget selesai akhir tahun. Kalau tidak akan beda ceritanya," terang Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Surakarta Sihono.

Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan major jadi fokus utama. Seperti perbaikan drainase di city walk (Jalan Slamet Riyadi), drainase Jalan K.H Masykur-taman makam pahlawan, drainase di Ngoresan, Karangasem, dan lainnya. 

Meski demikian, tidak semua wacana perbaikan dapat dilakukan bersamaan karena harus menyesuaikan sistem drainase dan pola kemiringan saluran air. "Keluhan warga diterima dan dilihat dulu jaringannya. Jika ada jaringannya tapi tak ada aksesnya, maka dibuat sudetan. Kalau jaringan siap, saluran terlalu kecil, ya diperlebar. Perbaikan suluran ini ada skala perhitungan sesuai kebutuhan dan urgensinya," bebernya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memastikan seluruh perbaikan drainase atau pekerjaan jalan demi kepentingan masyarakat. "City walk kita bongkar, utamanya untuk pengendalian banjir. Jadi jangan sampai ada pikiran di masyarakat kok Solo diorak-arik, termasuk pembangunan Overpass Purwosari, dan Jensud (Jalan Jenderal Sudirman, Red), semua untuk kepentingan masyarakat," tandasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia