Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pengamanan Kampanye Sedot Rp 2,9 M

Pemetaan Personel Tunggu KPU Surakarta

16 Juli 2019, 13: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Pengamanan Kampanye Sedot Rp 2,9 M

SOLO – Polresta Surakarta mengajukan anggaran untuk pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Solo 2020 senilai Rp 4,5 miliar. Nominal tersebut naik 100 persen dibandingkan pilkada lima tahun lalu.

Kabag Ops Polresta Surakarta Kompol I Ketut Sukarda menjelaskan, dana tersebut untuk rangkaian kegiatan pengamanan sebelum pilkada, saat pelaksanaan, penghitungan suara, hingga penetapan calon terpilih. 

Usulan dana pengamanan pilkada, imbuhnya, lebih rendah dibandingkan ajuan lembaga penyelenggara pemilu. Yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta senilai Rp 16,5 milliar, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta Rp 12 miliar.

"Dari penghitungam kita serta melihat kondisi di lapangan, butuhnya segitu. Kami mencegah ada dana berlebih terlalu banyak. Meskipun dana lebih dikembalikan ke Pemkot. Pengajuan anggaran sudah kita serahkan ke sekda Surakarta pekan lalu,” terang Sukarda mewakili Kapolresta Surakarta Kombespol Ribut Hari Wibowo kemarin (15/7).

Menurut dia, alokasi anggaran terbesar tahapan pilkada terpakai untuk pengamanan kampanye yang diprediksi berlangsung selama 3 bulan. Yakni senilai Rp 2,9 miliar.

Hingga saat ini, polresta masih menunggu jadwal kegiatan pilkada dari KPU Surakarta. “Info terakhir yang saya terima (jadwal tahapan pilkada) tinggal menunggu pengesahannya. Berikut PKPU (Peraturan KPU)-nya," jelas kabag ops.

Karena jadwal tahapan pilkada Kota Solo 2020 belum diterbitkan, polresta bisa memetakan personel yang bakal dikerahkan. Tapi, Sukarda memastikan, pihak kepolisian all out melakukan pengamanan. Termasuk meminta tambahan personel dari satuan wilayah lain yang tidak melaksanakan tahapan Pilkada.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Surakarta rencananya mendapatkan anggaran senilai Rp 4 miliar untuk pilkada. Sedangkan KPU Surakarta Rp 9 miliar.

Nominal tersebut dinilai jauh lebih sedikit dibandingkan anggaran yang diajukan Bawaslu Surakarta. Yakni senilai Rp 12,5 miliar. Namun, Bawaslu Surakarta enggan pasrah dan tetap memperjuangan agar anggaran pilkada sesuai dengan rencana awal.  

Untuk KPU Surakarta, tahun ini mengajukan dana pilkada Rp 16,9 miliar. Dana tersebut diasumsikan peserta pilkada ada tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Bila dibandingkan pilkada 2015, dana yang diajukan KPU Surakarta lebih banyak. Utamanya untuk pengadaan kotak suara dan bilik suara. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia