Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

21 SD Minus Siswa, 117 Kursi SMK Kosong

17 Juli 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SEKOLAH KHUSUS: SMKN 8 Solo yang konsentrasi di bidang seni masih kurang siswa tahun ini.

SEKOLAH KHUSUS: SMKN 8 Solo yang konsentrasi di bidang seni masih kurang siswa tahun ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

Penerimaan siswa didik baru (PPDB) sudah usai. Mulai Senin lalu (15/7) siswa baru sudah mulai menjalani pengenalan lingkungan sekolah. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.   

DINAS Pendidikan (Dispendik) Kota Surakarta mencatat ada 21 SD di Kota Bengawan hanya menerima kurang dari 10 siswa tahun ini. Dengan data tersebut, dispendik merencanakan regrouping akhir tahun ini. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan regrouping.

“Sekolah negeri yang siswanya di bawah 100 itu kan mengelolanya juag sulit. Kalau memang SD-nya dekat, bahkan satu kompleks sama-sama sedikit jumlah siswanya, jadikan satu saja. Dengan murid sedikit, dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang didapat juga sedikit," beber Kepala Bidang SD Dispendik Kota Surakarta Wahyono, kemarin (16/7).

Pertimbangan lain, Wahyono menyebut soal guru. Jika murid sedikit, ditambah jumlah guru yang kurang, kepala sekolah wajib memenuhi kekurangan guru tersebut dengan mencari guru honorer. Namun karena dana BOS yang turun sedikit, maka tidak bisa menggaji guru honorer tersebut.

“Itu kan sulit bagi kepala sekolah. Belum lagi sarana prasarana sekolah yang sudah rusak. Jika kepala sekolah ingin membangun, sudah pasti akan berpikir ulang apakah pembangunan yang dilakukan merugikan sekolah atau tidak. Sehingga ketiga hal ini yang menjadi pertimbangan sekolah untuk di-regrouping,” sambungnya.

Wahyono menegaskan upaya regrouping dilakukan untuk efisiensi dan efektivitas pengelolaan sekolah. Jika ada beberapa sekolah yang berdekatan hanya memiliki murid sedikit, maka semakin memperkuat kebijakan regrouping.

“Rencananya akhir tahun nanti ada beberapa sekolah yang akan di-regrouping. Tapi kan kami harus melihat data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dulu, sarana dan prasarananya, tidak hanya melihat dari sisi jumlah muridnya saja,” tandasnya.

Kondisi SMKN 8 Surakarta juga masih kekurangan kuota siswa. Masih ada 117 kursi dibiarkan kosong lantaran proses PPDB online sudah ditutup. 

Wakil Kepala SMKN 8 Surakarta Bidang Humas Agus Wiranto mengatakan, pihaknya tidak akan membuka pendaftaran offline sebelum ada petunjuk lanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.

“Sudah kami laporkan ke dinas. Katanya saat ini sedang dalam pembahasan. Tapi sampai sekarang belum ada petunjuk. Jadi yang ikut MPLS ini adalah mereka yang daftar ulang saja,” bebernya.

Dari daya tampung 495 kursi, hanya sebanyak 418 siswa saja yang mendaftar ke SMKN 8. Dari jumlah tersebut, hanya 378 siswa yang daftar ulang. Agus mencatat sebanyak 40 siswa tidak mendaftar ulang. Menurutnya, dari jumlah yang ada ini dimungkinkan akan berkurang lagi oleh seleksi alam.

“Mungkin jumlah ini bisa turun lagi. Disesuaikan anak mampu mengikuti pembelajaran atau tidak. Karena tahun ini seleksinya murni nilai ujian SMP. Biasanya kan kami ada ujian praktik untuk bisa menguji kemampuan calon siswa. Karena SMK kan butuh skill, kami bisa memetakan kemampuan calon siswa melalui ujian praktik itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Agus tidak memungkiri jika dalam pembelajaran ke depan akan ada siswa yang mengundurkan diri lantaran tidak bisa mengikuti materi. Namun dia menegaskan pihaknya belum tentu mengabulkan permohonan diri siswa hanya dengan alasan tersebut. Perlu analisa lebih dalam untuk mengidentifikasi permasalahan siswa agar tetap bisa melanjutkan sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Surakarta Suratno mengungkapkan, permasalahan belum terpenuhinya daya tampung yang dialami SMKN 8 sudah menjadi ranah urusan Disdikbud Provinsi Jawa Tengah. Pihaknya mengimbau agar kepala sekolah terus berkomunikasi dengan dinas tersebut.

“Memang langkah yang dilakukan hanya menunggu instruksi dari dinas. Kami menyadari bahwa SMKN 8 adalah sekolah khusus seni. Anak-anak yang berbakat dan memiliki minat di bidang seni yang bisa bersekolah di sana,” ujarnya. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia