Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Evakuasi Korban Bencana, Hilangkan Rasa Takut

17 Juli 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Perdana

ASAH KEAHLIAN: Warga Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, berlatih evakuasi bencana alam dengan dilatih instruktur ahli, kemarin (17/7). 

ASAH KEAHLIAN: Warga Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, berlatih evakuasi bencana alam dengan dilatih instruktur ahli, kemarin (17/7).  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pagi kemarin, suasana di perkampungan RT 03 RW 03 Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, tampak beda. Warga berkumpul di jalan kampung, baik pria maupun perempuan. Dari orang dewasa hingga anak-anak.

Mereka bukan mau menggelar demo, tapi sedang mendapatkan sejumlah pelatihan tentang kebencanaan. Pelatihan evakuasi jadi materi pertama yang disodorkan. Kala itu, warga diminta agar bisa mengevakuasi korban dari bangunan berlantai dua dengan metode flying fox.

“Di sini warga dilatih untuk bisa mengendalikan ketakutan akan ketinggian. Dengan tujuan menyelamatkan korban yang masih terjebak di lantai atas. Meski sedikit cemas, tapi peserta pelatihan bisa menyelesaikan simulasi penyelamatan dari atas gedung,” kata Komandan Tagana RT 03/RW 03 Mangkubumen, Banjarsari, Victor Lian Alamsyah di sela kegiatan, kemarin (16/7).

Usai evakuasi dari atas gedung, warga diarahkan untuk mengikuti pelatihan dalam simulasi evakuasi pohon tumbang. Kemudian disusul dengan simulasi penyelamatan korban banjir ketika air belum tinggi dan sudah tinggi. “Kalau belum tinggi menggunakan tali. Kalau sudah tinggi menggunakan kapal yang difasilitasi oleh BPBD Surakarta,” kata dia. 

Tiga simulasi itu diharapkan mampu membuat warga lebih sigap dalam situasi bencana. Dengan demikian, Tagana dan Sibat bisa menjadi lebih percaya diri ketika melakukan tindakan penyelamatan. “Karena sudah dilatih langsung dengan ahlinya, kami jadi makin percaya diri untuk melakukan penyelamatan kepada korban bencana di wilayah kami. Apalagi daerah kami juga rawan banjir,” kata Victor. 

Kasi Siap Cegah BPBD Kota Surakarta Sumarno mengatakan, pelatihan ini agar masyarakat bisa cepat tanggap secara mandiri ketika menghadapi bencana alam. Sebab, bencana tidak bisa diprediksi. 

“Warga harus tahu bagaimana cara menghadapinya. Makanya, pelatihan ini sangat penting untuk masyarakat agar mereka memiliki bekal. Sehingga, bisa menjadi relawan mandiri berbasis masyarakat,” kata dia.

Sumarno berharap, setelah pelatihan warga bisa menerapkan ketika terjadi bencana alam. Agar proses evakuasi dan penyelamatan korban bisa ditangani lebih cepat. “Kalau sewaktu-waktu terjadi, Tagana dan Sibat bisa sigap menangani dan memberi pertolongan pertama,” jelas dia  

Selain pelatihan, beberapa waktu sebelumnya sejumlah plakat jalur evakuasi juga dipasang di sudut perkampungan. Dengan adanya papan informasi jalur evakuasi dan kesigapan warga setempat, dampak kerusakan bencana alam lebih ditekan. “Ada relawannya, warga paham bagaimana jalur evakuasinya, saya kira upaya penyelamatan bisa lebih maksimal,” tutur Sumarno. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia