Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bulog Kelebihan Stok Beras

17 Juli 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Perdana

BERLEBIHAN: Pekerja menggendong beras di Gudang Bulog Subdivre III Surakarta, belum lama ini.

BERLEBIHAN: Pekerja menggendong beras di Gudang Bulog Subdivre III Surakarta, belum lama ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ketersediaan beras di Perum Bulog Subdrive III Surakarta mengalami kelebihan. Disebabkan penyerapan dan penyaluran beras ke masyarakat tidak seimbang. Hal ini diungkapkan Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Mika Ramba Kendenan.

Mika menyebut ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai 33.800 ton. Sedangkan penyaluran secara terjadwal yang saat ini dilakukan Bulog, setiap bulannya hanya 180 ton. Beras ini disalurkan melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT).

“Volume beras yang kami salurkan ini hanya sebagian kecil dari total yang disalurkan pada program BPNT di eks Karesidenan Surakarta. Total penyaluran sebanyak 3.750 ton per bulan. Bulog hanya menyalurkan 14.460 keluarga peneriman manfaat (KPM) di Sragen. Di Boyolali hanya 4.200 KPM. Dan di Sukoharjo hanya 980 KPM,” jelas Mika kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (15/7). 

Ditambahkan Mika, saat ini Bulog masih terus melakukan penyerapan agar harga di pasaran stabil. Rata-rata penyerapan beras 170-200 ton per hari. Bahkan ada beberapa gudang yang tidak bisa melakukan penyerapan secara maksimal. Karena persediaan sudah penuh. Targetnya, Perum Bulog Subdivre III Surakarta dapat menyerap beras hingga 75 ribu ton.

Salah satu alternatif mengurangi kelebihan stok di gudang, yaitu melakukan pengiriman ke daerah lain yang membutuhkan. Kendati demikian, untuk bisa melakukan pengiriman, pihaknya harus menunggu instruksi dari kantor pusat.

”Kami masih menunggu arahan di pusat seperti apa. Selain itu, kami juga menunggu daerah mana saja yang membutuhkan tambahan pasokan beras,” tandas Mika. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia