Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Haga Sapi Kian Mahal Dua Pekan Jelang Idul Adha, Tertinggi Rp 30 Juta

17 Juli 2019, 15: 29: 02 WIB | editor : Perdana

RAMAI: Sapi-sapi dari luar daerah mulai masuk ke Pasar Hewan Sumberlawang jelang Idul Adha.

RAMAI: Sapi-sapi dari luar daerah mulai masuk ke Pasar Hewan Sumberlawang jelang Idul Adha. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Harga hewan ternak kambing dan sapi mulai merangkak naik, menyusul datangnya Hari Raya Idul Adha yang tinggal sebulan lagi. Posisi saat ini, harga sapi tertinggi jenis Limosin sebesar Rp 30 juta per ekor. Kenaikan harga diprediksi akan semakin tinggi dua pekan jelang Hari Raya. 

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo di Pasar Hewan Sumberlawang pada Selasa (16/7), beberapa jenis sapi mulai mengalami perubahan harga jual. Di antaranya sapi jenis Limosin, Simental, Brahman, Brangus , Pegon, dan Jawa. Kenaikan harga berkisar Rp 800 - Rp 1 juta per ekor.

Rebo, 65, pedagang sapi di Pasar Hewan Sumberlawang mengatakan, harga sapi saat ini sudah mulai beragam. Untuk sapi jenis Limosin besar harganya mulai Rp 28 juta - Rp 30 juta per ekor. Kemudian, jenis Brahmam harganya Rp 16 juta - Rp 17 juta per ekor, Simetnal Rp 20 juta - Rp 25 juta per ekor, dan Pegon Rp 15 juta - 16 juta per ekor. 

”Harganya masih terbilang standar. Kenaikannya masih belum begitu tinggi,” ujar Rebo.

Dia mengakui, minat masyarakat Sragen jelang Hari Raya Idhul Adha cukup tinggi. Namun, pembeli pada umumnya banyak yang mengincar sapi dengan harga Rp 20 juta - Rp 22 juta per ekor. Sementara untuk kambing, harganya cenderung sama pada tahun lalu. Yaitu antara Rp 2 juta - Rp 2,5 juta per ekor.

Pedagang lain asal Kabupaten Grobogan Rohmat, 40, menegaskan, tahun ini tetap akan terjadi kenaikan harga sapi untuk kurban. ”Kemungkinan nanti puncak kenaikannya dua pekan jelang Lebaran kurban,” kata Rohmat.  

Ditanya soal jumlah permintaan, Rohmat mengakui, saat ini sudah mulai terlihat peningkatannya. Bahkan, jika biasanya operasional Pasar Hewan Sumberlawang hanya sampai pukul 13.00, tapi jelang Idul Adha ini diperpanjang hingga pukul 14.00.

Saat ini, pedagang yang datang tidak hanya dari wilayah Sragen. Namun, banyak pedagang dari luar daerah yang juga mencoba keberuntungan di pasar tersebut. Seperti dari Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Purwodadi, Ngawi, Klaten, hingga Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen M. Jazairi menjelaskan, timnya sudah bergerak memeriksa hewan-hewan ternak yang akan dijual. Meski hewan ternak bukan dari daerah endemi antraks, namun tetap dilakukan pengecekan. Apalagi, banyak sapi dan kambing yang datang dari luar daerah.

”Kita khawatir ada penyakit hewan. Setiap ada droping, dicek sehat semua atau tidak. Pengecekan sudah dilakukan sejak awal Juli ini. Disnakan punya tiga dokter hewan yang siaga,” pungkas Jazairi. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia