Kamis, 22 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

BPBD Berupaya Cegah Kebakaran Hutan Merbabu

17 Juli 2019, 18: 22: 45 WIB | editor : Perdana

AWAS DAMPAK KEMARAU: Aktivitas pendakian di puncak Gunung Merbabu.

AWAS DAMPAK KEMARAU: Aktivitas pendakian di puncak Gunung Merbabu. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kebakaran kawasan hutan Gunung Merbabu, beberapa tahun lalu menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali. Tak mau kejadian serupa terulang lagi, berbagai langkah antisipasi mulai dilakukan.

Kehawatiran BPBD bukan tanpa sebab. Karena saat muncul titik api dan merembet ke puncak, bakal menyulitkan proses pemadaman. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengaku sudah melakukan sosialisasi. Termasuk mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Merbabu. Membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan. 

Memasuki musim kemarau ini, pembakaran lahan oleh warga berpotensi besar memicu kebakaran. Selain itu, juga mengajak masyarakat melakukan deteksi dini. Bekerja sama dengan jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) di daerah masing-masing.

”Termasuk imbauan kepada para pendaki. Agar selalu waspada dan tidak diperkenankan membuat api unggun saat berada di camp. Kemudian tidak menyalakan rokok saat pendakian. Relawan sudah kami minta untuk selalu waspada. Serta mengingatkan kepada pendaki untuk mentaati peraturan,” kata Kurniawan, kemarin (16/7).

Pada 2015 silam, kebakaran hutan di Merbabu menghanguskan lebih dari 600 hektare lahan. Apalagi setelah ditutupnya aktivitas pendakian di Gunung Merapi, para pendaki beralih ke Merbabu. Aktivitas pendakian biasanya selalu ramai di akhir pekan. “Semoga saja musim kemarau ini aman,” bebernya.

BPBD juga mengajak relawan dan masyarakat sekitar lereng Merbabu, aktif melakukan patroli. Melalui pembentukan komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA). Secara bergiliran, anggota MPA berpatroli melakukan deteksi dini kemungkinan munculnya titik api.

”Kampanye pengendalian kebakaran  juga mengajak masyarakat yang tinggal di desa-desa penyangga. Kami ajak ikut berperan serta. Bersama-sama melakukan patroli. Semoga upaya ini membuat kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tetap aman. Terus lestari tanpa ada kebakaran,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia