Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali
Misteri Kematian Bocah Penuh Luka

Ibu Kandung Akui Aniaya Anaknya karena Jengkel

17 Juli 2019, 18: 33: 01 WIB | editor : Perdana

Tersangka Siti Wakidah (duduk, baju tahanan oranye) telah diamankan polisi

Tersangka Siti Wakidah (duduk, baju tahanan oranye) telah diamankan polisi

Share this      

BOYOLALI - Misteri kematian F, bocah 6 tahun asal Dusun/Desa Tanduk RT 05 RW 02, Kecamatan Ampel, Boyolali pada Kamis (11/7) lalu, akhirnya terungkap. Ibu kandung F, Siti Wakidah, 30, mengakui telah menganiaya anaknya hingga akhirnya meninggal.                  

Polisi telah menetapkan Ida, sapaan Siti Wakidah, sebagai tersangka tunggal. Dia diduga kuat telah menganiaya anaknya dengan cara mencubit, memukul, mencakar, bahkan membenturkan kepala korban ke almari.

”Dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya anak kandungnya sendiri itu,” kata Kasat Reskrim Iptu Mulyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro Rabu (17/7).

Awalnya tersangka mengelak saat dimintai keterangan oleh penyidik. Tersangka mengaku hanya mendorong kepala korban dengan pelan, namun akhirnya terjatuh.

Penyidik yang telah mengantongi bukti-bukti, tak percaya begitu saja dengan alibi tersangka. Apalagi, dari hasil otopsi dengan cara bongkar makam, telah diketahui dengan jelas terdapat banyak bekas luka pada tubuh korban.

Hingga akhirnya tersangka tak bisa mengelak lagi dan mengakui perbuatannya. ”Kita interogasi tidak lama. Kurang lebih 1 jam, dia (Ida, Red) sudah mengakui perbuatannya,” ujar Mulyanto.

Tersangka mengakui seluruh bekas luka yang ada pada tubuh korban tersebut karena perbuatannya, mulai mendorong hingga mencubit. Bahkan, penganiayaan itu tak hanya dilakukan sehari. 

”Korban yang rewel karena sakit menjadikan ibunya (tersangka, Red) kesal, jengkel. Apalagi di rumah tersebut juga ada tiga anaknya yang lain dan salah satunya masih balita,” ujar Mulyanto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal pasal 80 ayat (4) No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Atau pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia