Kamis, 22 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Direktur Investasi Bodong Krishna Alam Sejahtera Tertangkap di Bogor

17 Juli 2019, 19: 33: 14 WIB | editor : Perdana

Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, Al Farizi (berdiri pakai masker) diinterogasi Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi

Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, Al Farizi (berdiri pakai masker) diinterogasi Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi

Share this      

KLATEN - Pelarian Direktur PT Krishna Alam Sejahtera Al Farizi berakhir di sebuah SPBU di Kota Bogor. Al Farizi ditangkap Tim Jatanras Satreskrim Polres Klaten saat mengendarai mobil Toyota Avanza bersama istri dan anaknya pada Selasa (16/7) malam. 

Pelaku penipuan investasi jamu herbal itu langsung digelandang ke Mapolres Klaten dan tiba pada Rabu (17/7) pagi. ”Terkait laporan kasus penipuan investasi  di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, sudah disampaikan sejumlah mitra dengan tuntutan pelaporan kemarin. Tapi, sebenarnya sejak sepekan lalu saat kasus ini mencuat, kami telah melakukan langkah-langkah penyelidikan,” jelas Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi kepada wartawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, pengejaran Tim Jatanras Satreskrim Polres Klaten dilakukan sejak Minggu (14/7). Mereka mengejar pelaku ke sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Garut. Hingga akhirnya tertangkap di Kota Bogor. Pelaku pun sering berpindah tempat selama pelariannya agar tidak terdeteksi aparat kepolisian.

Selain melakukan pengejaran pelaku, polisi juga mengamankan dan menyita sejumlah aset yang ada di kantor perusahaan itu. ”Prosesnya kita naikkan ke tahap penyidikan. Kita tetapkan masih sebagai tersangka tunggal. Kaitannya barang bukti apa saja yang berhasil kita amankan, akan kita informasikan lebih lanjut,” jelas Aries.

Seusai diinterogasi oleh kapolres, Al Farizi langsung digiring ke Unit Jatanras Satreskrim Polres Klaten. Sementara itu, sejumlah mitra sekaligus korban investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera sempat mendatangi Mapolres Klaten.

“Saya cuma ingin melihat wajah Al Farizi yang terakhir kali. Kita tidak akan berbuat anarkis kok. Semua sudah di ranah hukum, itu kewenangan kepolisian,” ucap salah seorang mitra, Wahyudi. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia