Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Praktik Oplos Gas Melon ke Tabung 12 Kg Dibongkar,Belajar dari Youtube

17 Juli 2019, 20: 23: 09 WIB | editor : Perdana

Pelaku pengoplos elpiji 3 kg ke dalam tabung 12 kg diamankan polisi bersama barang bukti

Pelaku pengoplos elpiji 3 kg ke dalam tabung 12 kg diamankan polisi bersama barang bukti

Share this      

SOLO – Apa yang dilakukan Dimas Kurnia Wicaksono, 28, warga Kampung Wonosaren RT 05 RW 08 Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres ini bagai memancing di air keruh. Di saat masyarakat mengeluhkan langkanya elpiji 3 kg, dia nekat berbuat culas dengan mengoplos isi tabung elpiji bersubsidi itu ke dalam tabung 12 kg. 

Pelaku melakukan aksi curang tersebut sejak tiga bulan lalu di gudang milinya di Kampung Randusari RT 02 RW 30 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. ”Jadi melihat kodisi saat Lebaran kemarin, banyak yang cari gas (elpiji, Red). Saya punya pikiran berbuat ini (mengoplos, Red),” ujar Dimas Rabu (17/7).

Diakui Dimas, dia mengetahui cara mengoplos isi elpiji lantaran melihat video dari Youtube. ”Untuk mengisi satu tabung elpiji 12 kg butuh empat tabung elpiji 3 kg. Prosesnya (pengoplosan,Red) sekitar setengah jam,” terang Dimas.

Dalam sehari, Dimas bisa membuat 50 tabung elpiji 12 kg. Itu artinya, dia menghabiskan 200 tabung elpiji 3 kg atau gas melon yang didapat dari para pengecer di eks Karesidenan Surakarta hingga Salatiga.

Dalam melakukan aksinya, Dimas dibantu tujuh orang karyawan. Elpiji 12 kg itu kemudian dijual ke pengecer, warung, atau langsung kepada masyarakat.

”Satu tabung dapat untung Rp 15 ribu. Jadi sehari dapat uang sekitar Rp 750 ribu,” jelas Dimas.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menuturkan, awal pengungkapan kasus itu lantaran pihaknya kerap mendapat keluhan terkait kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg.

Polisi akhirnya melakukan penyelidikan. Dari informasi yang dihimpun pihak berwajib, diketahui terdapat gudang yang dijadikan lokasi praktik pengoplosan tabung elpiji. ”Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata benar ada praktik pengoplosan. Anggota langsung melakukan penggerebekan di lokasi,” jelas kapolresta.

Para tersangka dijerat pasar berlapis. Di antaranya pasal 62 juncto pasal 8 ayat 1 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 53 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Serta pasal 106 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia