Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Penerapan Sistem Zonasi

Dishub Himbau Siswa Bersepeda ke Sekolah

18 Juli 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

UJI SKILL: Murid SMP Kanisius I ikuti sosialisasi praktik teknik bersepeda kemarin (17/7).

UJI SKILL: Murid SMP Kanisius I ikuti sosialisasi praktik teknik bersepeda kemarin (17/7). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sistem zonasi yang diterapkan pada penerimaan murid baru membuat jarak tempuh antara sekolah dan rumah tidak terlampau jauh. Sebab itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta menggencarkan sosialisasi penggunaan sepeda kayuh ke sekolah.

Selain menyehatkan, kebiasaan tersebut menekan potensi pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan kendaraan yang melibatkan pelajar di bawah umur. Demikian ditegaskan Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo di sela sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan praktik teknik bersepeda di SMP Kanisius I, Rabu (17/7).

Ari mengimbau kepada seluruh orang tua tidak mengizinkan anaknya yang masih duduk di bangku SMP mengendarai sepeda motor. “Melainkan memprioritaskan dengan cara bersepeda, menggunakan transportasi umum, ataupun diantar oleh orang tua saat ke sekolah. Kami harapkan orang tua juga mematuhi peraturan lalu lintas sebagai contoh kepada putra putrinya,” bebernya.

Pada kegiatan tersebut, kemampuan teknik bersepeda murid dites menggunakan halang rintang seperti traffic cone untuk gerak sepeda zigzag, rambu berputar di bundaran, melintasi polisi tidur hingga jembatan titian yang membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi.

Mereka juga dibiasakan mengenakan helm, rompi yang terang dan memastikan rem sepeda berfungsi dengan baik. Ratusan murid antusias menjajal kemampuan bersepeda melewati halang rintang.

“Kita berikan sosialisasi keselamatan bersepeda kepada murid baru kelas tujuh. Kita berikan pembelajaran mengenai teknik, keselamatan, dan peralatan keselamatan bersepeda,” urai Ari.

Di hari yang sama, dishub melakukan sosialisasi di SMA 7 Surakarta. Berbeda dengan di tingkat SMP, petugas memberikan materi faktor penunjang keselamatan berkendara di jalan raya untuk menekan angka kecelakaan yang didominasi usia produktif, seperti pelajar SMA.

“Disampaikan materi mengenai masalah keselamatan. Kecelakaan kan banyak melibatkan pelajar SMA, kematangan emosionalnya, termasuk pengetahuan markah dan rambu-rambu. Teknik berkendara dan faktor lain yang memengaruhi keselamatan serta meningkatkan level kewaspadaan saat di jalan raya,” jelasnya.

Salah seorang siswa baru SMP 1 Kanisius Jessllyn Ariella mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Meski merasa deg-degan dan kesulitan melewati jembatan titian, dia berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik tanpa terjatuh. “Baru kali pertama kali ikut dan dapat pengetahuan baru,” terangnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia