Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Berantas Narkoba dengan Kain Batik

18 Juli 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

CARA BARU: Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo goreskan canting pada kain batik antinarkoba, Rabu (17/7).

CARA BARU: Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo goreskan canting pada kain batik antinarkoba, Rabu (17/7). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Beragam cara dilakukan untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Terbaru adalah penggunaan media kain batik. Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menjadi orang pertama yang menggoreskan canting di batik antinarkoba, Rabu (17/7). Batik tersebut sebagai media sosialisasi dan penguatan gerakan antinarkoba di Kota Solo.

Batik antinarkoba memiliki motif dan ornamen yang mengandung pesan ajaran luhur melawan narkoba. Pencipta batik antinarkoba Ida Jacinta mengatakan, dalam sejarah, para raja sering menyampaikan pesan politik, edukasi, nilai, dan perasaan melalui motif-motif batik.

“Contohnya adalah batik dengan motif Semen Rama yang diciptakan oleh Paku Buwono IV dalam rangka memberikan pelajaran kepada putranya. Ajaran itu adalah ajaran kepemimpinan Hasta Brata yang merupakan prinsip kepemimpinan yang diajarkan Prabu Ramawijaya kepada Raden Gunawan Wibisono,” bebernya kemarin.

Delapan ajaran Hasta Brata itu, lanjut Ida, disimbolisasikan dalam ornamen-oramen batik. Di antaranya ajaran Indrabrata tentang pemimpin yang harus bisa memberi kemakmuran dan perlindungan dilambangkan dalam ornamen pohon hayat. Ajaran Yamabrata tentang pemimpin yang harus adil, dilambangkan dalam ornamen gunung dan awan. 

“Batik antinarkoba diciptakan bukan sekadar sebagai kain batik bercorak indah dan menawan. Batik antinarkoba merupakan media pembelajaran yang menyampaikan pesan-pesan antinarkoba. Setiap motif dan ornamennya memiliki makna simbolis,” kata Ida.

Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Surakarta Ridho Wahyudi menegaskan, pemberantasan peredaran narkoba bukan semata-mata kewajiban BNN. Peran serta masyarakat dinilai penting mempercepat aksi tersebut. 

“Maka dari itu kami bentuk relawan-relawan di setiap kelurahan. Total ada 540 relawan. Sepuluh orang di setiap kelurahan,” ungkapnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia