Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Anak Muda Mulai Lirik Investasi Logam Mulia

20 Juli 2019, 11: 35: 59 WIB | editor : Perdana

DIMINATI: Investasi emas mulai dilirik masyarakat.

DIMINATI: Investasi emas mulai dilirik masyarakat. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Investasi emas kini mulai diminati masyarakat. Bahkan, mayoritas investor emas justru kalangan anak muda. Berbagai cara bisa dipilih untuk mengelola keuangan dengan konsep tabungan emas. 

Area Consumer Financing Bank Syariah Mandiri (BSM) Jogjakarta Galih Purnomo mengatakan, saat ini banyak sekali cara untuk melakukan investasi. Mulai dari properti, saham, dan emas. Investasi emas dinilai menjadi sarana yang mudah dan aman. Lewat tabungan ini, nasabah diajak membeli emas dengan cara dicicil. 

“Menabung emas ini memiliki fungsi yang lebih fleksibel. Bisa dalam bentuk emas batangan lalu dijual ketika nominal sudah mencapai yang diinginkan. Bisa juga digunakan untuk perencanaan naik haji, pensiun, dana pendidikan, serta untuk DP rumah atau kendaraan. Semua berawal dari emas,” jelas Galih kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (19/7). 

Ditambahkan Galih, sejauh ini emas dipercaya sebagai aset dengan likuiditas tinggi. Dalam jangka panjang, harga emas selalu naik. Jika menabung uang, risiko inflasi masih ada. Apalagi, sekarang ini mendapatkan emas tidak sulit. 

Konsep tabungan emas ini sama halnya nasabah membeli emas dengan uang muka 20 persen dari harga yang disepakati. Kemudian sisanya bisa dicicil. Harga tetap, meski dalam perjalanan waktu, harga emas naik.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Pegadaian Cokronegaran Joko Wiratno mengatakan, jumlah nasabah tabungan emas mengalami peningkatan. Melalui Gerai 24 yang dimiliki. Setiap bulannya, bertambah sekitar 10 persen. Bahkan pada saat harga emas naik Rp 680 ribu per gram, masih banyak masyarakat yang membuka tabungan emas maupun membeli emas dengan dicicil.

“Sudah banyak masyarakat teredukasi mengenai investasi emas. Jadi waktu harga emas naik, justru banyak yang membeli daripada menjual. Dan kecenderungan harga emas terus naik. Baik pembelian cash maupun angusuran, sama-sama tingginya. Bahkan yang membuka tabungan emas dan cicilan juga banyak. Berkontribusi 30 persen,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia