Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Tumpukan Sampah Resahkan Sekolah

20 Juli 2019, 17: 46: 17 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Warga Desa/Kecamatan Pracimantoro pasang jaring di sungai agar tak jadi sasaran buang sampah.

ANTISIPASI: Warga Desa/Kecamatan Pracimantoro pasang jaring di sungai agar tak jadi sasaran buang sampah. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Kebiasaan membuang sampah sembarangan mengusik kenyamanan warga Kecamatan Pracimantoro. Tepatnya di akses menuju objek wisata Museum Karst. Apalagi, sampah-sampah itu menumpuk tak jauh dari lingkungan sekolah.

Sutiyem, 40, Dusun Belik, Desa/Kecamatan Pracimantoro menyebut ada beberapa lokasi yang menjadi langganan membuang sampah sembarangan. Antara lain di selatan SMPN 1 Pracimantoro. “Di situ ada dua titik. Lalu (titik lainnya, Red) di jalan menuju Museum Karts di Tanjakan Penges. Padahal jalan tersebut merupakan akses menuju Pacitan yang melintasi Pracimantoro,” ungkap dia.

Menurut Sutiyem, sudah berulang kali warga setempat bergotong royong membersihkan sampah yang dibuang sembarangan. Namun, tidak lama onggokan kembali muncul.

"Biasanya (sampah) dibungkus plastik. Sepertinya dibuang sambil lewat. Berulang kali dibersihkan tapi tak kunjung ada kesadaran. Dipasang tulisan pun tidak mempan (diabaikan)," tegas dia.

Camat Pracimantoro Warsito ikut jengah dengan pelaku pembuang sampah sembarangan. "Kemungkinan besar bukan warga kami, karena bisa saja dibuang sambil berkendara," ucap dia.

Soal fasilitas tempat pembuangan sampah terpadu (TPST), Warsito menyebut akan dibangun di Wonokerto, Sambiroto. Saat ini, akses menuju TPST sedang dicor.

Ditambahkannya, ada peluang bagi masyarakat mengelola sampah di Pracimantoro. “Modal mobil pikap, lalu mengumpulkan sampah tiap rumah untuk dibuang di TPST. Iuran per bulan misalnya Rp 15.000 per rumah, kan lumayan (hasilnya)," terang Warsito. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia