Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Features

Kemampuan Jelajah Merpati Pos, Pulang ke Solo setelah Tempuh 600 Km

21 Juli 2019, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

RAS UNGGUL: Merpati pos milik anggota POMP Angkasa Solo rutin jalani latihan.

RAS UNGGUL: Merpati pos milik anggota POMP Angkasa Solo rutin jalani latihan. (DAMINUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Ini bukan burung dara yang biasa menjadi menu lezat di warung kaki lima. Tapi, merpati pos yang memiliki kehebatan menjelah antarpulau. Dilepas di Lampung, bisa pulang sendiri ke Kota Solo dengan selamat. 

KEMAMPUAN tersebut tidak diperoleh begitu saja. Butuh latihan secara konsisten. Nah, Jawa Pos Radar Solo berkesempatan menyambangi markas anggota perhimpunan olahraga merpati pos (POMP) Angkasa di Petoran No. 17 A, RT 02 RW 08 Kelurahan/Kecamatan Jebres.

Di tempat inilah, merpati pos mendapatkan pelatihan khusus.  “Beberapa hari ke depan ada latihan untuk menjaga kondisi burung tetap fit saat lomba di Lampung Utara 24 Juli,” terang Ketua POMP Angkasa Ari Bowo Leksono.

Bagaimana teknis lomba merpati pos itu? Ari mengatakan, merpati akan dilepas di Kota Bumi, Lampung Utara dan harus bisa kembali ke kandangnya di Kota Solo yang berjarak sekitar 720 kilometer (km).

Rekor sementara saat ini dipegang oleh anggota dengan jarak terbang sekitar 1.200 km, yakni dari Sumbawa-Jakarta. Sedangkan anggota POMP Angkasa Solo baru mencatatkan jarak terjauh 600 km. Dari Bandar Lampung-Kota Bengawan.

Menurut Ari, dari sejumlah informasi menyebutkan, merpati pos yang di luar negeri dinamakan rock pigeon. Kali pertama ditemukan di Eropa, Afika Utara, dan Asia Barat. Habitat aslinya merupakan kawasan perbukitan dan biasa bertengger di dahan pohon tertinggi.

Hingga pada akhirnya merpati pos dilatih agar bisa berkirim pesan rahasia, khususnya dalam kondisi perang. Kini, para peternak berlomba menghasilkan ras merpati pos unggul dengan cara kawin silang. “Kawin silang antara beberapa ras dari Belgia dan Ingris itu akhirnya menciptakan merpati yang kuat dan memiliki ketahanan tubuh lebih baik. Mampu terbang tinggi dan menemukan jalan pulang dari jarak jauh,” urainya.

Maka tidak heran, perlombaan merpati pos digelar dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Seperti kompetisi Maraton Barcelona. Beragam merpati unggulan dari Belgia, Belanda, Prancis, Italia, dan Jerman dilepas di Barcelona, Spanyol dan harus bisa pulang ke negaranya masing-masing.

“Merpati pos paling banyak berkembang di Eropa. Dahulu penggemarnya masih jarang karena harus didatangkan dari luar negeri dengan harga tidak murah. Olahraga ini jadi terkesan eklusif. Beda dengan sekarang, burung-burung itu sudah banyak diternak. Anakannya dibanderol Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah per ekor,” beber dia.

Menurut Ari Bowo, ukuran tubuh merpati pos lebih besar dibandingkan satwa sejenis. Selain itu, bentangan sayap lebar dan kecerdasannya membuat burung jenis ini mampu pulang ke kandang dari jarah jauh.

Meski memiliki beragam keunggulan, merpati pos masih memerlukan treatment guna menguatkan insting dan daya jelajahnya. Di antaranya melatih terbang dengan jarak tempuh bertahap. 

Jika kandangnya di Solo, tahap pertama merpati pos dilepas dari Boyolali, naik ke Ungaran,  Kendal, Tegal, Pekalongan, Cirebon, Pamanukan, Jakararta, Bandar Lampung, Lampung Utara, dan begitu seterusnya makin jauh. 

“Jadi biar burung terbiasa dengan jarak-jarak tersebut. Targetnya jelas bisa mencapai jarak maraton yang standarnya 800 kilometer ke atas,” ungkapnya.

Lomba merpati pos dibedakan dalam dua kelas. Pertama kelas derby, yaitu burung-burung seumuran yang bisa dilihat dari idenditas di ring (cincin) kaki. Selanjutnya kelas umum, yaitu burung dari tahun lahir berbeda boleh dilibatkan.

Ring merpati pos resmi hanya bisa diperoleh di POMP daerah dan Perhimpunan Olahraga Merpati Pos Seluruh Indonesia (POMSI). Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan ring meningkat hingga capai 55 ribu buah.

“Usia burung yang aman dipertandingkan lima bulan sampai empat tahun. Namun top performanya di atas satu tahun. Biasanya untuk jarak maraton sekitar 800 kilometer ke atas,” kata dia.

Saat ini, anggota POMP Angkasa Solo sekitar 70 orang. Namun yang aktif ikut lomba 40 anggota. Sekitar 1990, POMP sempat vakum, dan kembali bergairah pada 2016 seiring bertambahnya peminat. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia