Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Kemampuan Jelajah Merpati Pos, Paling Tegang Terjang Angin Laut

21 Juli 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Kemampuan Jelajah Merpati Pos, Paling Tegang Terjang Angin Laut

MENEMPUH jarak ratusan hingga ribuan kilometer tentunya memiliki risiko tinggi bagi merpati pos. Di antaranya kondisi cuaca. Tapi, yang paling menegangkan saat burung menjelajah antarpula dan harus berhadapan dengan angin laut.

“Misalnya kalau berkabut, ya (pelepasan merpati pos) ditunggu dulu sampai kabut hilang. Makanya yang paling pas untuk lomba itu saat musim kemarau, antara April-September.  Kalau yang paling mendebarkan rute lintas pulau dengan tantangan angin laut yang kencang,” ungkap Ketua Penerbangan POMP Angkasa Solo Adi Lutnu.

Bisa dibayangkan, ketika Anda berada di tepi pantai, angin sudah cukup kencang. Sedangkan merpati pos harus “menyeberangi” lautan di ketinggian tertentu. Pastinya, burung terbang melawan angin lebih dahsyat. Karena itu, kesehatan merpati pos sebelum dibawa ke lokasi lomba untuk diterbangkan harus prima.

Itulah yang menjadi tugas Adi. “Pengecekan fisik mulai dari kesehatan mata dan hidung burung. Kalau ada yang tidak sehat, kami kembalikan ke pemiliknya dengan catatan kendala kesehatan yang dialami. Karena kalau dipaksakan bisa menular ke burung sehat lainnya di dalam kandang lomba,” jelas Adi.

Pengecekan menyeluruh juga menyasar kandang lomba atau akrab disebut dondang. Seperti fungsi pintu, gembok, hingga armada yang membawa merpati pos ke lokasi lomba.

“Selama perjalanan, burung dibekali surat resmi dari dinas peternakan (daerah asal, Red) yang menyatakan burung sehat,” terang dia.

Perawat kandang Anas Romodani menambahkan, menjaga kebersihan kandang menjadi hal utama. Kandang harus kering dan tidak lembab. Lebih baik menghadap arah sinar matahari pagi. “Sinar matahari dan latihan terbang itu membuat burung terbebas dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh jamur,” jelas Anas.

Selain itu, rutin memandikan dan melatih terbang mampu menjaga kondisi burung tetap fit. Mengingat merpati pos rawan terkena penyakit mata rembes dan hidung berair (flu).

“Mata rembes itu cirinya mata selalu berair dan agak sembab. Kalau hidung berair, biasanya warna paruhnya agak sedikit kemerahan dan hidungnya berkapur. Makanya penting menjaga pola makan dan pemberian vitamin rutin,” tandas dia.

Penyakit lain yang kerap mengancam yakni kutu. Solusinya, saat dimandikan dapat menggunakan sampo khusus dan pemberian obat kutu. Serangan paling ditakuti penggemar merpati pos yakni Newcastle Diseases Virus (virus ND). Gejalanya kepala bergetar dan tidak stabil.

Saat itu terjadi, burung harus diisolasi karena penyakit tersebut dapat menular. Pemberian obat tidak akan berpengaruh banyak karena lebih banyak burung mati. “Kalau sudah parah biasanya tengeng (kepala melipat). Ya sudah tidak ada obatnya,” jelasnya.

Upaya menjaga kebugaran lainnya yakni merpati pos harus tiba di lokasi pelepasan sebelum hari-H. Burung-burung yang dibawa dalam dondang. Diberi makan dan minum.

Merpati pos yang sudah memiliki ring identitas dan terpasang stiker khusus siap dilepas. Waktu pelepasan menjadi catatan penting bagi panitia lomba. Begitu pula saat burung tiba di kandang daerah asal karena menjadi penentu kemenangan. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia