Kamis, 22 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Features

Kagetnya Keluarga Nunung Berurusan dengan Narkoba

21 Juli 2019, 06: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Kagetnya Keluarga Nunung Berurusan dengan Narkoba

Terangkapnya Tri Retno Prayudati alias Nunung oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membuat seluruh keluarga besarnya shock. Mereka tidak menyangka sosok yang terkenal dermawan kepada seluruh sanak famili ini tersandung kasus narkoba, bahkan mengkonsumsi selama lima bulan lamanya.

A. Christian,Solo.

Ketika disambangi dirumah pribadi Nunung yang beralamat di Jalan Pajajaran No. 7 RT 03 RW 11 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarasari, Wulantri,40, tidak menyangka kalau kakak nomer tiganya tersebut sampai nekat mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Bahkan selama ini wanita ini tinggal satu atap dengan Nunung di Jakarta.

“Saya di Jakarta ikut sama mbak Nunung, jadi setiap hari kegitannya tahu, seluk beluk mbak Nunung saya hafal. Keseharian mbak nunung sepengatahuan saya Cuma kerja, kerja, kerja, hampir setiap hari digunakan untuk bekerja. Pulang paling istirahat, tidur, makan, cengkrama sama anak, cucu, ponakan yang ikut sama mbak nunung,” ujar wanita yang akrab dipanggil Nunik ini.

Dia juga tidak menyangka kalau kakaknya mengkonsumsi sabu sebab tidak ada gelagat mencurigakan dari Nunung, bahkan tidak ada benda-benda mencurigakan yang mengarah kalau Pelawak Senior kerab mengkonsumsi Sabu. “Lihat postur tubuhnya saja orang tidak percaya kalau pakasi sabu. Kata orang kalau pakai itu (Sabu,Red) pasti tidak mau makan, lah ini makannya masih banyak,” paparnya.

Disingung terkait rumah tersebut kerap mendapat kiriman paket Sabu, wanita ini juga membantah hal tersebut, sebab setiap paket yang dihantarkan kerumah tersebut pasti dia mengetahuinya. “kalau paket biasanya asesoris yang dibeli mbak Nunung dari online shop, ada perhiasan, sepatu dan lain,” katanya.

“Setiap mendapat paket mbak Nunung pasti juga membukanya didepan orang rumah, dan isinya asesoris wanita, tidak pernah ada orang misterius ngirim paket kerumah. Kalau ada transaksi dirumah bohong, dan pasti saya cegah,” imbuh adik bungsu Nunung ini.

Disinggung apakah mengetahui kenapa Nunung nekat mengkonsumsi Sabu? Nunik mengatakan segenap keluarga besar menduga dia dipengarui oleh seseorang yang juga berasal dari lingkup kelurga.

“dari keluaga kita juga, nanti akan kita disampaikan keluarga yang ada di jakarta, siapa yang mempengaruhi mbak Nunung itu. yang saya sayangkan kok sama suaminya, suaminya tidak mengingatkan, padahal ketangkap sama suami,” tuturnya.

Lalu kapan dia mendapat kabar kalau sang kakak tertangkap Polisi, Nunik mengatakan kalau dia mendapat kabar dari anak perempuannya yang juga tinggal dirumah Nunung di Jakarta. “saya sendri pulang ke Solo Minggu (14/7) kemarin, mau lihat ibu kebetulan tinggal disini. Terus kemarin dapat kabar dari anak saya, bilang kalau rumah digrebek, mbak Nunung pakai sabu,” urai Nunik.

Nunik mengatakan, sebelum tertangkap Dua pekan lalu Nunung sempat pulang ke Solo untuk mendampingi Iyan Sambiran, suami ketiga Nunung yang ikut dalam perlombaan menembak di Lapangan Tembak Komplek Group II Kopassus. “pulangnya itu Jumat (5/7), Sabtu (5/7) malam sudah pulang lagi ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan,” katanya.

“selain menemani suaminya, juga pulang ketemu sama Ibu, karena waktu lebaran kemarin pulangnya H +5 tapi tidak lama, karena setelah itu langsung memboyong semua keluarga liburan ke Bali, dari Bali langsung balik Jakarta, belum sempat ke Solo lagi,” papar Nunik.

Ya, Juwarti,83, ibunda Nunung menjadi sosok yang paling terpukul pasca mengetahui putrinya tertangkap pihak yang bewajib karena berurusan dengan barang haram tersebut. Sejak kemarin Juwarti tidak berhenti menangis di kamar. “ibu sayang banget mbak Nunung, saya tenangkan, saya suruh berdoa, pasti ada jalan keluar,” paparnya.

Nunik mengatakan, sejak dulu Nunung memang menjadi tulang punggung keluarga, dari Kakak pertama sampai semua adik-adiknya pasti selalu mendapat bantuan dari Nunung. Bahkan setiap pekan Nunung mengirimkan uang untuk membantu keluarganya. “Kadang Transfer Rp. 500 ribu, kadang Rp. 700 ribu, kita tidak ada yang meminta, Cuma mbak Nunung ikhlas memberikan,” paparnya.

“kemudian  anak-anak, cucu, keponakan ada yang iktu sama mbak Nunung. Malah anak saya tiga semua diboyong sama mbak Nunung ke Jakarta, anak saya yang ketiga malah satu sekolah sama cucunya karena sepantaran,” imbuh Nunik.

Tidak hanya keluarga, para tetanga yang tinggal disekitar rumah juga kerap mendapat bantuan dari Nunung. “dilingkup kampung membaur dengan warga, setiap ada kegiatan pasti kalau ada kesempatan datang, ya mbak nunung datang,” ucapnya.

Lalu bagaimana langkah kedepan? Dia mengatakan Siang kemarin Nunik akan terbang ke Jakarta untuk menjenguk Nunung yang diamankan di Polda Metro Jaya. Selain itu dia juga akan menjemput anak serta cucu Nunung untuk sementara waktu tinggal di rumah Solo.

“Karena saya dapat kabar, anak terakhirnya mbak Nunung tadi (kemarin,Red) yang masih kelas 3 SD pulang sekolah lebih cepat karena di bully sama teman-temannya. Kasian anak sekecil itu tidak tahu apa-apa, takutnya psikisnya kena. Setelah di Solo nanti renancanya sementara waktu juga sekolah di sini,” terang Nunik.

Nunik sendiri hanya bisa memberika Suport kepada kakanya yang tersangdung kasus. Keluarga besar juga berharap kalau Nunung bisa direhabilitasi. “temen-temen pelawak dan srimulat sudah berdatangan memberikan suport secara langsung, karena disini saya yakin mbak Nunung Cuma korban. Semoga ini bisa jadi pelajaran,” pungkas Nunik (atn)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia