Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pedestrian Jadi Tempat Simpan Perkakas, Koridor Kali Pepe Tampak Kumuh

21 Juli 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

MINIM KESADARAN: Koridor Kali Pepe yang tampak kumuh karena warga setempat kurang peduli melakukan perawatan.

MINIM KESADARAN: Koridor Kali Pepe yang tampak kumuh karena warga setempat kurang peduli melakukan perawatan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot telah menata sejumlah kawasan bantaran sungai. Salah satunya Kali Pepe dengan menambah fasilitas taman dan pedestrian. Namun sayang, kini sarana tersebut kurang terawat. Seperti yang terlihat di Kampung Kemasan Asli RT 05 /RW 03, Kelurahan Kepatihan Kulon.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, koridor Kali Pepe yang semestinya bisa jadi taman kota, malah dipakai meletakkan sejumlah barang bak gudang pinggir jalan. Dampaknya, taman sungai dan jalur pedestrian tidak berfungsi maksimal.

"Awal talut Kali Pepe dibangun, saya lihat jalur pedestrian tampak rapi. Tapi saat ini pemandangan berubah drastis. Banyak warga memanfaatkan jalur pedestrian sebagai tempat perkakas rumah tangga. Bahkan ada yang dijadikan lokasi jemuran pakaian. Kampung jadi terlihat kumuh," urai salah seorang warga, Sawoko, 39.

Keluhan serupa diungkapkan warga bantaran Kali Pepe lainnya, Bagus Setyawan, 52. Menurut dia, pemkot harus segera melakukan penertiban untuk mengembalikan fungsi pedestrian. 

"Langkah pemkot menata penataan Kali Pepe sudah bagus. Sekarang justru warga yang tidak bisa menjaga keindahannya,” jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan penambahan terpal untuk menutup teras rumah agar terhindar dari sinar matahari dengan tiang yang dipasang mepet pagar sungai. Tempat tersebut digunakan warga sebagai dapur. 

"Kalau urusan itu saya tidak komentar. Tapi kalau melihat aturannya harusnya tidak boleh karena melanggar garis sepadan sungai," terang Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Surakarta Agus Sis Wuryanto.

Karena itu, dia berharap warga konsisten menjaga kebersihan sungai. Termasuk tidak membuang sampah ke kali. “Sudah ada lima target sasaran penertibam karena rutin buang sampah di sungai pada waktu tertentu," tandas dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia