Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Proyek Tol Solo-Jogja Akan Caplok 119 Hektare Lahan Boyolali

21 Juli 2019, 21: 58: 57 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi pembangunan jalan tol di wilayah Boyolali

Ilustrasi pembangunan jalan tol di wilayah Boyolali

Share this      

BOYOLALI - Lahan di Boyolali kembali berkurang untuk pembangunan jalan tol. Setidaknya 119 hektare lahan di sembilan desa yang ada di dua kecamatan bakal terkena proyek tersebut.

Dari luasan tersebut, sekitar 80 hektare adalah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). “Ini memang kebijakan dai pusat dan pemerintah daerah harus mendukungnya. Untuk Boyolali berkewajiban memfasilitasi penyediaan lahan yang sebagian besar adalah sawah. Selebihnya berupa tegalan dan permukiman,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Widodo Al Muniru.

Dengan dipakainya lahan LP2B untuk pembangunan jalan tol, konsekuensinya pemkab harus mencari lahan pengganti di lokasi lain. Oleh karena itu, pemkab juga sudah ancang-ancang untuk mencari lokasi pengganti tersebut.

“Pemkab juga segera mengidentifikasi fasilitas umum dan fasilitas sosial di daerah yang akan dilintasi proyek jalan tol,” ujar Widodo.

Menurut rencana, jalan tol Solo-Jogja di wilayah Boyolali akan diawali dari Desa Banyudono. Pertemuan arus jalan tol ini berada di sebelah barat di Jalan Solo-Semarang. Tepatnya barat Mapolsek Banyudono.

Dari titik tersebut tembus ke selatan hingga wilayah Kecamatan Sawit dan tersambung dengan wilayah Klaten. Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali Bambang Jiyanto mengungkapkan, penggantian 80 hektare lahan LP2B akan diselesaikan oleh pemerintah pusat. 

Hanya, kemungkinan lahan penggantinya di luar Boyolali. "Karena sulit mencari lahan sawah hingga 80 hektare di Boyolali,” pungkasnya. (wid/ria) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia