Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Mencuri Kurang dari Rp 2,5 Juta, Hanya Tipiring

22 Juli 2019, 16: 58: 21 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi pelaku pencurian

Ilustrasi pelaku pencurian

Share this      

WONOGIRI – Kasus pencurian ringan yang nilainya kurang dari Rp 2,5 juta masuk dalam kategori tindak pidana ringan yang ancaman hukumannya hanya 3 bulan. Jika masyarakat menemukan perkara pencurian ringan diimbau untuk tidak main hakim sendiri.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Wonogiri Bagyo Mulyono mengatakan, perkara pencurian ringan sesuai dalam pasal 364 KUHP dapat diselesaikan dengan acara cepat. Penyidik dengan diberi kewenangan jaksa bisa menyidangkan perkara pencurian ringan tersebut.

”Bisa diselesaikan seperti sidang tilang,” kata Bagyo Mulyono (15/7).

Hal ini berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2/2012 mengenai Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Mahkamah Agung (MA) membuat terobosan hukum terkait pencurian dengan kerugian di bawah Rp 2,5 juta.

”Sebab aturan Pasal 364 KUHP sudah tidak sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat. Di situ disebut minimal kerugian Rp 250. Itu batasan pada tahun 1960, maka jika dikonversikan saat ini nilainya menjadi Rp 2,5 juta,” kata Bagyo.

Pasal 364 KUHP menjelaskan bahwa perbuatan yang diterangkan dalam pasal 362 dan pasal 363 butir 4, begitu pun perbuatan yang diterangkan dalam pasal 363 butir 5, apabila tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, jika harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua puluh lima rupiah, diancam karena pencurian ringan dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak dua ratus lima puluh rupiah. Kemudian, dalam Pasal 1 Perma 2/2012 ditegaskan bahwa kata-kata "dua ratus lima puluh rupiah" dalam pasal 364, 373, 379, 384, 407 dan pasal 482 KUHP menjadi Rp 2.500.000.

Belum lama ini, seorang pencuri nyaris tewas dihakimi warga saat terpergok membobol warung di Lingkungan Pule, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pracimantoro, Senin (1/7) sekitar pukul 23.30. Bukan itu saja, sepeda motor pelaku luluh lantak dibakar massa yang tersulut emosi.

”Apapun yang terjadi, memang terkesan hukumannya ringan, namun masyarakat jangan main hakim sendiri,” tandasnya. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia