Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Data Penerima BNPT Berubah

22 Juli 2019, 17: 09: 02 WIB | editor : Perdana

Data Penerima BNPT Berubah

SUKOHARJO – Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo terus memantau data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam program Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong) 2019. Pasalnya data KMP selalu berubah.

Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Sukoharjo Sukimin mengatakan, pemantauan ini melibatkan pemerintah kecamatan, desa, kelurahan dan masyarakat. Dinsos khawatir ada warga tercecer dan gagal masuk sebagai penerima bantuan.

”Kami juga rutin melakukan pengecekan di lapangan,” kata Sukimin.

Perubahan data terjadi karena beberapa faktor. Seperti meninggal dunia, pindah alamat rumah dan perubahan status sosial yang sebelumnya termasuk warga miskin menjadi mampu atau sebaliknya.

”Januari lalu ada 36.353 KPM. Sedangkan Juli berubah menjadi 38.152 KPM,” jelasnya.

Hasil pemantauan Dinsos Sukoharjo sejak Januari hingga Juni, seluruh KPM telah mengambil BPNT. Sedangkan untuk BPNT Juli akan disalurkan mulai 18 - 20 Juli di masing masing E-Warong yang telah ditunjuk. Pengambilan wajib dilakukan oleh KPM sendiri. Perwakilan baru diperbolekan jika kondisi KPM memenuhi syarat seperti sakit ataupun tidak memungkinkan meninggalkan rumah tanpa pendampingan keluarga.

BPNT yang diberikan berupa beras dan telur ayam dengan total senilai Rp 110 ribu. Rata-rata KPM akan menerima sekitat 8 kilogram (kg) beras dan 1 kg telur ayam. Namun, besaran barang yang diterima KPM bisa bervariasi berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dan telur ayam pada saat penyaluran bantuan BPNT.

”Pada penyaluran BPNT tahun 2018 kemarin sudah 100 persen disalurkan kepada masing masing KPM. Sedangkan tahun 2019 ini harapannya sama bisa disalurkan semua,” katanya.

Pemkab kini menyediakan 84 E-Warong yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan pada KPM dan tersebar di 12 kecamatan. Jumlah E-Warong tersebut masih kurang karena kebutuhan ideal masing masing desa dan kelurahan satu unit.

”Total di Sukoharjo ada 167 desa dan kelurahan dan sekarang baru ada 84 E-Warong nanti kekurangan akan segera dilakukan penambahan sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah,” terangnya.

Sukimin menuturkan kurangnya E-Warong disebabkan ketersediaan alat EDC dari pemerintah masih kurang. Dan pihaknya akan melengkapi alat EDC yang akan dipenuhi secara bertahap. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia