Rabu, 21 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Selatan Jawa Berpotensi Gempa, Pemkab Wonogiri Pasang Seismograf 

23 Juli 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

DETEKSI GEMPA: Anggota TNI dan BPBD Wonogiri cek kondisi EWS di Kismantoro belum lama ini.

DETEKSI GEMPA: Anggota TNI dan BPBD Wonogiri cek kondisi EWS di Kismantoro belum lama ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pantai selatan Jawa berpotensi terjadi gempa bumi diikuti tsunami dahsyat. Merespons hal itu, satu unit seismograf akan dipasang di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya menerima pemberitahuan dari BMKG bahwa beberapa hari belakangan ini ada keresahan di masyarakat. Mereka khawatir di pantai selatan Jawa akan terjadi gempa bumi dengan kekuatan 8,8 skala richter (SR) yang diikuti tsunami setinggi 20 meter di Pantai Cilacap, Jogjakarta, hingga Jawa Timur.  Namun, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang beredar.

“Negara kita ini termasuk wilayah yang aktif terjadi gempa bumi. Jadi, kapan saja bisa terjadi dalam berbagai kekuatan,” kata Bambang, Senin (22/7). 

Menurut Bambang, dalam pemberitahuan yang disampaikan BMKG itu sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya. Meski begitu, berdasarkan kajian para ahli bahwa zona megathrust selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 8,8 SR. 

“Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Karena itu, kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan nonstruktural dengan membangun bangunan aman gempa. Menata tata ruang pantai yang aman tsunami. Membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami,” terang Bambang. 

Bambang menyebut bahwa, menghadapi potensi itu, Pemkab Wonogiri mendapatkan bantuan satu unit seismograf dari BMKG. Rencananya akan dipasang di Kelurahan Gedong, Kecamatan Pracimantoro. Sebab, daerah ini berbatasan dengan pantai selatan Jawa. “Yang mendapat bantuan ada 12 kabupaten, salah satunya Wonogiri,” katanya. 

Menurut Bambang, rencananya seismograf itu akan dipasang tahun ini. Saat ini, pihaknya masih dalam persiapan, baik menentukan lokasi dan perencanaan pembangunan hingga sosialisasi kepada masyarakat. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia