Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Ketiban Berkah, Bendera Kreasi Perajin Boyolali Sampai Luar Jawa

23 Juli 2019, 17: 57: 03 WIB | editor : Perdana

TELITI: Penjahit asal Kecamatan Mojosongo menyelesaikan pembuatan bendera Merah Putih.

TELITI: Penjahit asal Kecamatan Mojosongo menyelesaikan pembuatan bendera Merah Putih. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74, produsen bendera dan umbul-umbul ketiban berkah. Permintaan mengalami peningkatan dua kali lipat. Tak hanya melayani pesanan lokal, namun juga luar Jawa.

Penjahit bendera asal Kecamatan Mojosongo Wahyuni, 40, mengaku sudah mendapat pesanan sejak Juni. Selanjutnya, bendera tersebut dikirimnya ke distributor. “Saya menjahit di rumah dengan sistem borongan,” tuturnya, kemarin (22/7).

Produsen bendera Kundori, 40, warga Dukuh Jatirejo, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo mengaku pesanan meningkat 50 persen dibanding tahun lalu. ”Selain bendera Merah Putih, saya juga membuat aneka perlengkapan pramuka,” bebernya.

Selain dijual onvensional, dia juga memasarkan via online. Pangsa pasarnya tembus hingga Sumatera dan Kalimantan. “Justru lebih banyak pesanan dari online,” ujarnya.

Memenuhi permintaan, perajin menambah karyawan dan penjahit musiman. Sehari, rata-rata mampu menjahit umbul-umbul sebanyak 100 kodi. “Omzetnya tahun ini sekitar Rp 30 juta,” ungkapnya.

Ukuran bendera cukup bervariatif. Antara lain ukuran 60×90 cm, 120×80 cm, dan 190×130 cm. Selain itu, juga membuat atribut pramuka seperti hasduk, topi, dan bendera regu. “Atribut pramuka juga ramai pesanan,” urainya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia