Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Perpuhi Tolak Umrah Online

24 Juli 2019, 11: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Perpuhi Tolak Umrah Online

SOLO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berencana mengangkat start-up umrah online. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) menolaknya. Termasuk Perhimpunan Pengusaha Biro Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo yang meminta memerintah tetap mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 2019. Bahwa penyelenggaraan umrah dan haji harus dilakukan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Kemkominfo berniat berniat mengembangkan umrah digital. Setelah kesepakatan antara pemerintah dengan otoritas Arab Saudi. Pengembangan penyelenggara umrah digital ini juga mengajak Traveloka dan Tokopedia.

Ketua Perpuhi Solo Her Suprabu dengan tegas menolak wacana tersebut. Sesuai arahan Kemenag, penyelenggara umrah sebagiknya mengacu UU yang ada. Karena umrah merupakan kegiatan ibadah yang memiliki beberapa syarat. 

“Kami tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Tapi, jualan paket umrah tidak mudah. Biaya yang dikeluarkan banyak dan tidak semata-mata seperti traveling pada umumnya. Banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika mentranformasikan pembelian paket umrah melalui digital. Seperti kantor bironya jelas, kemudian perlengkapan, tanggung jawabnya bagaimana, visa, tiket, dan masih banyak lainnya,” jelas Her, kemarin (23/7). 

Kendati umrah online nantinya sebagai marketplace atau tempat branding para biro, ada hal lain yang dikhawatirkan Perpuhi. Yakni bebasnya akses marketplace membeli tiket pesawat atau hotel. Marketplace mampu menjual tiket pesawat atau hotel dengan harga murah karena punya kekuatan ‘klik’ pada aplikasi atau website. 

Jika nanti marketplace membuka paket umrah online, bisa jadi booking kamar atau tiket pesawat harganya jauh lebih murah. Dikhawatirkan muncul persaingan tidak sehat. Merugikan biro umrah yang sudah lama berjalan. 

Mengantisipasi hal tersebut, Perpuhi Solo dan biro umrah serta haji lokal sudah membuat marketplace lokal. Akan mewadahi biro-biro yang sudah ada. Sistemnya seperti pameran travel fair umrah namun via website dan aplikasi mobile. Calon jamaah umrah bisa memilih biro umrah yang dikehendaki dan melakukan down payment (DP). Baru kemudian datang langsung ke biro untuk tahapan selanjutnya. 

“Kami sudah punya platform dan sedang diuji coba. Kemungkinan satu bulan ke depan bisa segera launching. Ini menjadi tahapan awal kami selaku biro unrah lokal untuk menghadapi tantangan kemajuan zaman,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia