Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Tol Tak Ganggu Produksi Beras

24 Juli 2019, 16: 44: 57 WIB | editor : Perdana

SURPLUS BERAS: Penanaman padi dengan transplenter di Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, belum lama ini.

SURPLUS BERAS: Penanaman padi dengan transplenter di Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, belum lama ini. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLOO)

Share this      

KLATEN – Sebanyak 608 hektare lahan di Kabupaten Klaten bakal terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Nah, 400 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) atau sawah lestari. Kendati demikian, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten optimistis proyek tol tak mengganggu produksi beras.

DPKPP Klaten mengaku produksi beras Klaten tetap surplus. Optimistis hasil panen sekarang bisa mencukupi kebutuhan warga Klaten selama dua tahu ke depan. 

“Pada 2018 Klaten surplus beras hingga 130 ton. Berasal dari produksi gabah kering yang mencapai 430 ribu ton. Yang jadi beras hanya 63 persen. Sedangkan kebutuhan beras 120 ribu ton per tahun,” jelas Kasi Produksi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultural DPKPP Klaten Lilik Nugraharja, kemarin (23/7).

Provitas padi di Klaten, tahun lalu mencapai 6,1-6,3 ton per hektare. Capaian ini dialami Kecamatan Delanggu, Wonosari, dan Juwiring. “Soal produksi beras berkurang atau tidak, belum tahu. Apalagi daerah yang nantinya mau dilintasi tol mana saja, kami juga belum tahu. Masih perlu perhitung-hitungan juga,” urainya.

Kepala DPKPP Klaten Widiyanti menambahkan, luasan lahan sawah lestari terdampak tol masih bisa bertambah atau berkurang. “Kami masih menunggu kepastian lahan terdampak berapa dulu luasnya? Baru nanti kami hitung yang terkena mana saja? Usahanya apa saja? Nanti dilihat,” jelasnya.

Total areal pertanian di Klaten mencapai 32.000 hektare. Namun baru 28.800 hektare yang diusulkan menjadi sawah lestari. Karena peraturan daerah rencana tata ruang wilayah (RTRW) belum ditetapkan. Jika nanti ada sawah lestari yang terdampak tol, harus ada penggantinya.

Widiyanti mengaku luasan sawah lestari itu sudah tidak bisa diganggu lagi. Namun DPKPP masih menunggu kepastian dari pusat. Mengingat hingga saat ini, penetapan lokasi (penlok) tol masih dalam proses pembahasan. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia