Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Polres Sragen Gagalkan Penyelundupan Pupuk Ilegal

25 Juli 2019, 16: 22: 40 WIB | editor : Perdana

DIAMANKAN: Truk yang membawa pupuk ilegal asal Grobogan diamankan Polres Sragen.

DIAMANKAN: Truk yang membawa pupuk ilegal asal Grobogan diamankan Polres Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Peredaran pupuk bersubsidi masih saja diselewengkan. Seperti halnya hasil ungkap kasus jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen yang menangkap oknum penyeludup pupuk ilegal dari Grobogan menuju Sragen.

Pelakunya adalah Paing Nurwakhid, 45, Warga Dukuh Perakitan RT 02/01 Desa Bago Kecamatan Keradenan Kabupaten Grobogan. Dia ditangkap di wilayah Dukuh Blimbingrejo, Desa Kedungupit Kecamatan Sragen, Senin (22/7) malam. 

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Jumadi menyampaikan, penangkapan dilakukan sekitar pukul 18.00. Pelaku dengan sengaja menjual ratusan karung pupuk bersubsidi dari Grobogan ke Sragen. Rinciannya 60 karung pupuk jenis Urea dan 100 karung pupuk ZA. Pelaku dianggap menyalahi sistem perdagangan dan distribusi pupuk. Sehingga merugikan petani baik di wilayah Sragen maupun Grobogan.

”Bermula dari kegiatan patroli rutin, tiga anggota kami mencurigai satu unit truk yang membawa muatan dengan ditutup terpal. Kemudian saat kami periksa berisi pupuk tanpa dilengkapi dokumen resmi,” terangnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kemarin (24/7).

Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa tersangka berniat menjual pupuk ke daerah Sragen. Padahal pupuk bersubsidi tersebut berasal dari wilayah Grobogan dan diperuntukkan untuk pertanian Grobogan. Pelaku kemudian diamankan bersama barang bukti 160 karung pupuk serta satu unit truk dengan nomor polisi K 1552 MP.

Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 30 Ayat 3 Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 15 tahun 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran pupuk bersubsidi untuk Sektor Pertanian junto Pasal 6 Ayat 1 huruf b UU Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. Tersangka terancam kurungan enam tahun penjara. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia