Senin, 16 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Air Kali Langsur Kebiruan Masih Misterius

25 Juli 2019, 18: 24: 45 WIB | editor : Perdana

DISELIDIKI: Warga di tepi Kali Langsur yang airnya diduga tercemar.

DISELIDIKI: Warga di tepi Kali Langsur yang airnya diduga tercemar.

Share this      

SUKOHARJO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo belum menemukan penyebab perubahan warna air Kali Langsur hijau kebiruan. Meskipun telah dilakukan pengecekan

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Sukoharjo Suyatman mengatakan, pengecekan air Kali Langsur dilakukan pada Selasa-Rabu (16-17/7).

"Kan ada banyak penyumbang pencemaran sungai itu. Butuh pengecekan lebih lanjut," terangnya, Rabu (24/7).

Penyisiran aliran Kali Langsur dilakukan dari dari Jembatan Ngrukem, Kelurahan Comobongan menuju Dukuh Seyegan, Kelurahan Sukoharjo, dan titik akhir di Dukuh Ngrajan, Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo.

"Pengecekan awal kami mendatangi kelurahan untuk mencari data ternak warga yang mati. Namun memang tidak ada laporan yang masuk dari ketiga kelurahan tersebut," ungkap dia.

Sebab itu, Suyatman menduga kasus ternak warga yang mati bukan disebabkan air Kali Langsur. Melainkan karena pengobatan untuk tanaman padi yang akan panen.

"Hasil perbincangan dengan lurah setempat, ternak-ternak yang mati diduga makan obat pembasmi tikus. Saat itu musim panen padi, jadi petani mengobati hama tersebut," kata dia.

"Awal Agustus nanti kami melakukan pemantauan Kali Langsur untuk mengecek tingkat pencemaran air. Dari hulu dan hilir sungai," lanjut Suyatman.

Selain Kali Langsur, ada lima kali dan satu waduk yang akan dilakukan pengecekan kualitas airnya. Yaitu Kali Premulung, Kali Samin, Kali Tambul, Kali Palur dan kali saluran tengah kota serta Waduk Mulur.

"Kami memantau seberapa besar pencemaran yang terjadi pada air. Sehingga dapat dilihat kualitas airnya. Baik atau ada pencemaran. Kalau pencemaran sendiri biasanya berasal dari limbah domestik, industri, pertanian dan pertenakan," tutur dia. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia