Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Sopir Truk Kontainer Maut Pertigaan Wika Jadi Tersangka, Positif Nyabu

26 Juli 2019, 18: 21: 20 WIB | editor : Perdana

Tersangka: Supir Truk Maut

Tersangka: Supir Truk Maut

Share this      

BOYOLALI - Solchan, 38, pengemudi truk kontainer maut yang menabrak Puskesmas Mojosongo dan mengakibatkan satu orang meninggal, telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, berdasarkan hasil tes, warga Kaliwungu, Kendal tersebut positif menggunakan narkoba.

Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Febryani Aer yang diwakili Kanit Laka Lantas Ipda Utomo menjelaskan, Solchan diketahui juga tidak mempunyai surat izin mengemudi (SIM) saat mengemudi.

“Penyebab kecelakaan yakni truk kontainer tidak layak jalan. Diduga mengalami gangguan fungsi pengereman atau rem blong,” terang Utomo yang juga mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro Jumat (26/7).

Sementara itu, saat dilakukan penggeledahan pada truk dan barang-barang tersangka, polisi menemukan narkoba. Kasat Narkoba Iptu Is Udroso menuturkan, pihaknya langsung melakukan tes urine terhadap pengemudi truk kontainer bernopol H 1975 BH.

Hasilnya, Solchan positif menggunakan narkoba jenis sabu. Tersangka pun mengakui, pada Rabu (24/7) sebelum berangkat, dia mengkonsumsi sabu di pangkalan truk pintu 4 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

”Barang tersebut didapat dari membeli ke seseorang kenalan sesama sopir di Tanjung Emas Semarang yang berinisial D. Identitasnya sudah kita dapat,” kata Is Udroso. 

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal truk kontainer terjadi di ruas jalan Solo-Semarang, tepatnya di pertigaan PT Wika Mojosongo Kamis pagi. Diduga lantaran rem blong, truk tersebut melompati median jalan. Lalu menabrak Puskesmas Mojosongo. 

Akibatnya, seorang perempuan Irza Laila Nur Trisna Winandi, 21, warga Perumahan Bumi Singkil Permai II RT 06 RW 11 Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota meninggal dunia di tempat setelah tergencet truk. Tak hanya itu, dua orang juga mengalami luka-luka karena tertimpa reruntuhan puing bangunan rumah sakit yang roboh lantaran ditabrak. 

Diakui sang sopir, begitu mengetahui rem blong, dia mencoba membanting kemudi ke kanan dengan harapan menabrak median jalan sehingga truk bisa berhenti. Sebab, dia berupaya menghindari jatuhnya korban banyak, mengingat beberapa meter di depan truk ada alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

Tak diduga, ternyata setelah membanting kemudi ke kanan, truk justru melompati median jalan dan menabrak puskesmas yang mengakibatkan korban jiwa. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia