Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo
PUTRA PUTRI SOLO 2019 

Putra Putri Solo 2019, Serap Wejangan Para Tokoh

27 Juli 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PETUAH: Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo beri arahan finalis PPS 2019.

PETUAH: Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo beri arahan finalis PPS 2019. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Beragam materi pembekalan telah diberikan kepada sebanyak 20 finalis Putra Putri Solo (PPS) 2019. Mulai dari budaya tradisional hingga potensi pariwisata. Kemarin, giliran sejumlah tokoh memberikan wejangan.

Mereka adalah Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, sentana Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Dipokusumo, serta akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Tundjung W. Sutirto.

Dalam paparannya, Tundjung menyoroti betapa unik dan kayanya bahasa Jawa sebagai bahasa daerah. Seperti sebutan nasi dalam bahasa Inggris hanya rice, sedangkan bahasa Jawa bisa sega, upa, aking, dan sebagainya.

Dia juga menyinggung angka 25 atau dalam bahasa Jawa disebut selawe. Bisa diartikan sejatine lanang wedok. “Pada saat itu (usia 25 tahun) sudah harus dapat menentukan pilihan untuk hidup berumah tangga,” jelas Tundjung.

Para finalis terlihat antusias menyimak dan mencatat nasihat para tokoh. “Apabila Anda sudah memutuskan menjadi Putra-Putri Solo, jangan kendor semangatnya,” kata dia.

Pembahasan tak kalah menarik terkait pelafalan dari A menjadi O. Karena hal itu, awalnya Kota Sala menjadi Kota Solo. Kenapa disebut Sala? Tundjung menuturkan dahulu Kota Solo banyak tumbuh pohon sala. “Kalau jawa kuno dari bahasa Sansekerta itu lebih rumit lagi," ucap Tundjung. (mg8/mg9/wa)

(rs/bram/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia