Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Dua Pengedar Pil Koplo Ditangkap

27 Juli 2019, 20: 22: 38 WIB | editor : Perdana

BARANG BUKTI: Hasil ungkap kasus obat terlarang di Tanon.

BARANG BUKTI: Hasil ungkap kasus obat terlarang di Tanon. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Peredaran obat terlarang di Sragen sudah merambah ke tingkat pedesaan. Seperti halnya jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen yang menangkap dua pengedar yakni Yulius Tri Nugroho, 30 dan Dimas Novia Budi Utomo, 27 di Banaran RT 7 Desa Suwatu, Kecamatan Tanon pada Kamis (25/7) lalu. Dari dua tersangka itu didapati ratusan butir obat-obatan.

Keduanya pelaku merupakan warga Ngrawoh RT 04 RW 02 Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi. Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi menyampaikan, penangkapan kedua pelaku menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Di lokasi penangkapan sering digunakan untuk transaksi jual beli obat keras jenis Yarindo.

Dari informasi itu, petugas langsung melakukan pemantauan. Petugas mencurigai sebuah rumah yang digunakan untuk menyimpan barang. Akhirnya terbukti, pelaku diamankan bersama barang bukti obat tablet putih bertuliskan huruf ‘Y’ sebanyak 800 butir. Selain itu ada lima lima blizer obat merk Tramadol dengan total jumlah seluruhnya 50 butir. Polisi juga menyita uang tunai sebanyak Rp 330 ribu yang diduga hasil transaksi.

”Obat-obatan tersebut akan diedarkan lagi. Sedangkan polisi juga masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut,” bebernya.

Pelaku dikenai Pasal 196 atau 197 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo menyampaikan, peredaran obat terlarang sudah merambah ke tingkat pedesaan. Untuk itu perlu lebih diwaspadai. ”Pil Y ini kalau dikonsumsi akan membuat efek seseorang merasa lebih semangat dan kuat,” tandasnya. (din/adi) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia