Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Umbul Kerek Pendapatan Desa

27 Juli 2019, 21: 46: 37 WIB | editor : Perdana

INCOME: Pengunjung menikmati kesegaran air Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung.

INCOME: Pengunjung menikmati kesegaran air Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Sumber mata air di Desa Wunut, Kecamatan Tulung melimpah. Bahkan sanggup mendongkrak pendapatan asli desa (PAD) setempat. Salah satunya Umbul Pelem yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Kamulyan.

Direktur BUMDes Sumber Kamulyan Sariyanto mengaku pendapatan sebulan mencapai Rp 125 juta. Bahkan di puncak liburan, bisa menyentuh Rp 200 juta per bulan.

“Umbul Pelem jadi pilihan wisatawan untuk menikmati kesegaran sumber mata air. Terutama wisatawan keluarga,” jelas Sariyanto, kemarin (26/7).

Pendapatan tersebtu berasal dari tiket masuk, terribusi parkir, hingga penyewaan pelampung. Pemasukan tersebut digunakan untuk pengembangan objek wisata umbul. Serta pengembangan bidang pendidikan dan sosial warga desa. 

“Pengembangan Umbul Pelem dilakukan sejak 2016. Memanfaatkan dana desa dan dibangun secara bertahap. Sudah digelontorkan lebih dari Rp 1 miliar untuk pengembangannya,” bebernya.

Objek wisata ini baru beroperasi pada 2018. Memiliki dua kolam renang. Kolam dewasa berukuran 60x20 meter dengan kedalam 1,6 meter. Sedangkan kolam anak-anak berukuran 11x8 meter dengan kedalaman mulai dari 30-70 cm.

Umbul ini juga digunakan warga untuk menanam cenil atau selada air. Tanaman ini digunakan sebagai bahan meracik menu makanan pecel. Hamparan tanaman yang hijau bisa jadi spot menarik untuk berswafoto. Bahkan wisatawan bisa bermain air sekaligus jalan-jalan di antara tanaman cenil.

“Ada tiga saluran air umbul yang dimanfaatkan untuk terapi. Waktu terapi biasanya setelah Subuh. Terutama pengunjung yang punya riwayat penyakit reumatik,” paparnya.

Lilik Susanto, 36, wisatawan asal Jogja mengaku sudah dua kali mengunjungi Umbul Pelem bersama anggota keluarganya. Dia tertarik kesegaran air umbul tanpa zat kaporit. “Saya juga tertarik dengan terapinya. Bisa menghilangkan capek dan pegal-pegal,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia