Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Perayaan Hari Jadi Kabupaten Klaten, Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

29 Juli 2019, 14: 28: 44 WIB | editor : Perdana

SYUKUR: Bupati Klaten Sri Mulyani dan Sekda Pemprov Jateng Sri Puryono saat Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-215 di alun-alun, kemarin (28/7). Foto kiri, bupati bersama tokoh masyarakat.

SYUKUR: Bupati Klaten Sri Mulyani dan Sekda Pemprov Jateng Sri Puryono saat Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-215 di alun-alun, kemarin (28/7). Foto kiri, bupati bersama tokoh masyarakat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-215 dipusatkan di Alun-Alun Klaten, Minggu pagi (28/7). Pada momentum ini, Bupati Klaten Sri Mulyani pasang target menurunkan angka kemiskinan. Saat ini, persentase kemiskinan di Kota Bersinar di angka 12,96 persen atau 151.703 jiwa warga miskin. Akan dipangkas jadi 10 persen pada 2020 mendatang.

Pada APBD Perubahan 2019, sudah dianggarkan stiker. Akan ditempel di rumah warga yang benar-benar miskin. Striker ini sekaligus untuk pendataan jumlah warga miskin. Agar perencanaan penanggulangan kemiskinan tepat sasaran. Termasuk menggulirkan sejumlah program untuk menurunkan kemiskinan.

“”Saya rasa warga Klaten yang hidupnya sudah cukup, tidak mau ditempeli stiker itu. Selain stiker, juga ada rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Tahun ini kami anggarkan hampir 3.000 unit. Termasuk jambanisasi dan pelatihan wirausaha kepada warga miskin. Semuanya kami programkan tahun ini dan tahun depan,” ucap Sri Mulyani usai upacara hari jadi.

Selain itu, layanan Matur Dokter yang sudah berjalan diharapkan menjangkau kawasan pelosok. Agar aplikasi yang dikembangkan dinas kesehatan (dinkes) tersebut bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Terkait program Matur Jujur untuk siswa SD kelas IV sampai SMP kelas IX, diharapkan betul-betul merata. Dilaksanakan seluruh siswa di Kabupaten Klaten. Seoga proyek-proyek yang sudah kami rencanakan tahun ini dan tahun depan ditargetkan selesai sesuai perencanaan,” tuturnya.

Sementara itu, upacara hari jadi diisi kirab 215 tumpeng. Dibawa para pelajar yang mengenakan busana adat Jawa ke tengah alun-alun. Mereka membentuk mozaik angka 215 dan tulisan Klaten. Pada saat bersamaan, dilakukan pemotongan tumpeng serta pelepasan balon ke udara oleh bupati.

Hadir dalam upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah Sri Puryono. “Klaten ini kan punya obsesi maju, mandiri, dan berdaya saing. Harus betul-betul didalami dan dilakukan. Karena apa? Kan sebentar lagi akan dilewati Tol Solo-Jogja. Diharapkan di kawasan exit tol dan rest area, bisa diberdsayakan UMKM dan industri,” papar sekda. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia