Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Korban Teror Fintech Betambah, Gara-Gara Belum Lunasi Utang

29 Juli 2019, 21: 41: 05 WIB | editor : Perdana

Korban Teror Fintech Betambah, Gara-Gara Belum Lunasi Utang

SOLO – Tak hanya YI, ada belasan nasabah yang ternyata juga menjadi korban teror penyedia layanan pinjaman online. Mereka semua kena teror lantaran belum bisa melunasi utang. 

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Soloraya membuka posko pengaduan di kantor mereka di Sentra Niaga Solo Baru. Pengacara dari LBH Soloraya I Gede Sukadenawa mengatakan, saat ini sudah ada 14 orang yang berkonsultasi ke LBH.

”Ada 14 orang yang berkonsultasi dengan kita. Kemudian, ada tujuh orang yang sudah resmi meminta pendampingan dan tiga orang melapor ke Polresta Surakarta,” kata Sukadenawa saat mendampingi kliennya, YI yang diperiksa penyidik satreskrim Senin (29/7).

Para nasabah tersebut berasal dari eks Karesidenan Surakarta. Permasalahannya sama, mereka belum bisa melunasi utang. Namun, mereka sudah mendapat teror dari penyedia layanan pinjaman online. 

”Saat ini sedang kita data. Apakah pinjol (pinjaman online)-nya sama seperti yang kita tangani sebelumnya,” papar Sukadenawa.

Diberitakan sebelumnya, YI, seorang ibu warga Serengan mendapat teror dan pencemaran nama baik dari perusahaan financial technology (fintech). Gara-garanya, YI belum bisa mebayar cicilan utang sebesar Rp 1 juta ke perusahaan itu. YI diviralkan sebagai perempuan sewaan lewat media sosial. Saat ini laporan YI ke Polresta Surakarta masuk tahap penyidikan. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia