alexametrics
Kamis, 03 Dec 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Kisah Korban Kapal Tongkang Tanjung Emas, Tewas di Hari Pertama Kerja

29 Juli 2019, 22: 18: 43 WIB | editor : Perdana

Suasana rumah orang tua korban gas kapal tongkang Nur Huda di Dusun Karang, Desa Pentur, Kecamatan Simo

Suasana rumah orang tua korban gas kapal tongkang Nur Huda di Dusun Karang, Desa Pentur, Kecamatan Simo

Share this      

BOYOLALI - Salah seorang korban meninggal akibat gas beracun kapal tongkang di Pelabuhan Tanjung Emas, Nurul Huda, 22, diketahui baru sehari bekerja. Dari kampung halamannya di Dusun Karang, Desa Pentur, Kecamatan Simo, dia berangkat ke Semarang Minggu (28/7) pagi, sebelum akhirnya ditemukan meninggal di dalam lubang palka Senin (29/7) dini hari.

Dawut Budiman, 43, benar-benar tak mengira jika kebahagiaan yang baru dirasakan keluarganya dengan cepat berubah jadi kedukaan. Ya, anak kandungnya, Nur Huda memang sudah cukup lama menganggur. 

Hingga akhirnya Huda diajak kakak Dawut, Mardjono Sukamdi untuk melayani orderan memperbaiki kapal tongkang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tentu saja ajakan itu disambut gembira oleh Huda. Dia langsung bergegas ke Semarang Minggu pagi.

”Tak ada keanehan saat dia berangkat. Seperti biasa, sebelum berangkat ke Semarang, Huda selalu berpamitan dengan saya dan istri. Pamitan Huda wajar-wajar saja,” ujar Dawut usai pemakaman Huda.

Hanya saja, saat itu Huda menolak saat diberi uang saku. Huda mengaku sudah memiliki uang sendiri untuk bekal ke Semarang. Saat itu Dawut pun hanya bisa berdoa untuk keselamatan dan kelancaran anaknya.

”Anaknya kerja apapun dilakukan. tak pandang bulu. Kerjanya serabutan, apapun diangkati,” ujar Dawut.

Namun tak dinyana, Nur Huda bersama pamannya Mardjono Sukamdi, 61, dan dua tetangga satu kampung, Sujadi, 33, serta Lamani, 32, justru meninggal saat tengah memperbaiki kapal. Mereka ditemukan oleh rekan sesama pekerja sudah tak bernyawa di lubang palka kapal pada Senin dini hari. Diduga tiga warga Boyolali dan satu warga Bekasi itu menghirup gas beracun di ruang dalam kapal bernama Zukkifli 2 itu. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP